"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Rabu, 24 Desember 2014

Ratusan Warga Nglurug Perhutani, Minta Kawannya Dibebaskan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Ratusan warga Desa Tanungrejo dan Kesilir, Rabu (24/12) melurug kantor Asisten Perhutani (Asper) RPH Wuluhan. Mereka menuntut salah seorang temannya yang ditahan dibebaskan dari tahanan.


Aksi ini dipicu tertangkapnya Suwandi, warga Dusun Krajan, Desa Kesilir, oleh aparat  Perhutani karena diduga melakukan aktivitas penambangan emas tapa izin di kawasan Gunung Manggar, selasa malam (23/12). Tidak terima dengan penangkapan tersebut, mereka meminta perhutani melepaskan.

Dengan kawalan mobil patrol Polsek Wuluhan, massa bergerak dari balai Desa Kesilir menuju kantor Asper yang berjarak sekitar lima kilo meter. Disepanjang jalan, mereka meriakkan tuntutan serta caci maki ke Perhutani, yang mereka nilai tebang pilih dan melanggar kesepakatan dengan warga setempat.

Menurut pendemo, Tono, warga geram dengan sikap Asper yang arogan dan ingkar janji. Padahal sebelumnya, mengatakan jika ada warga dari dua desa, tertangkap tangan akan dilakukan pembinaan sebelum diproses secara hukum, “Asper pernah bilang, jika warga Tanjungrejo dan Kesilir kepegang, maka akan dilepas,” ungkapnya.

Salah seorang perwakilan warga yang lain, Imam Syafi’I mengatakan, jika Suwandi hanyalah seorang warga yang mengambil sisa-sisa aktivitas tambang, bukan penggali. “Suwandi itu hanya pencari gabalan (sisa material tambang; red) bukan penambang yang sesungguhnya,” paparnya.

Anehnya, lanjut Imam, para penambang besar dari luar daerah yang menyebabkan lereng Gunung Manggar hancur, justru dibiarkan. Oleh karena itu, ia meminta Perhutani dan Polsek Wuluhan membebaskan, “jangan hanya maen tangkap, jika mau nutup, tutup saja penambangan itu sekalian,” sambungnya dengan nada tinggi.

Sayangnya, saat ratusan warga mendatangi kantor, Asper Wuluhan, Sukatno tidak di tempat. Ruang utama tampak terkunci, hanya beberapa orang berseragam Polisi Hutan (Polhut) yang berjaga. Massa yang emosi mengancam akan membawa salah seorang anggota Polhut untuk dibawa dan ditukarkan dengan Suwandi.

Beruntung Kapolsek Wuluhan, AKP Jumadi, berhasil membujuk mereka untuk kembali dan membubarkan diri. Dihadapan perwakilan pengunjukrasa, Jumadi menyatakan jika Suwandi yang ditangkap petugas Perhutani tersebut saat ini penanganannya dilimpahkan ke Polres Jember. (Ruz).

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: