"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Selasa, 02 Desember 2014

Rehab Gedung Sekolah Gunakan Besi Berkarat

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2012 yang diperuntukkan proyek rehab ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) pada tahun 2014 ini mulai menuai masalah.

Pasalnya diduga, dalam pelaksanaanya ada sejumlah sekolah yang mengambil langkah spekulatif dengan membeli sebagian material bangunan terlebih dulu. Padahal, saat itu, petunjuk pelaksanaan serta petunjuk teknisnya belum diterima oleh sekolah.

Seperti pelaksanaan rehabilitasi tiga ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gumelar 1, Balung. Sesuai dipapan proyek, nilai dana rehab 3 ruang kelas mencapai Rp. 189 juta lebih. Namun sayang, meski nilainya cukup besar, bahan yang digunakan diduga tidak sesuai standart. besi yang hendak digunakan sudah berkarat.

Kepala Sekolah SDN 01 Gumelar, Wiwik Rusmiyati mengatakan, berkaratnya besi tersebut lantaran masa pembelian bahan bangunan ini telah mencapai satu tahun. Diakuinya, sebelum dana rehab itu turun, pihaknya telah membeli sejumlah material yang bersumber dari dana patungan hasil penyisihan uang Tunjangan Profesi Guru (TPP) sebesar Rp 9 Juta.

Menurutnya, informasi awal yang ia terima, jika DAK dicairkan sebelum akhir tahun 2013. Sedangkan tenggat waktu rehab yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Jember hanya 70 hari. Namun hingga jatuh tempo waktu tersebut, ternyata anggaran itu belum cair.

“kami kwatir waktunya nggak nutut, sehingga kami membeli sebagian material bangunan terlebih dahulu, tapi kami hutang dulu ke toko. Karena anggarannya nggak turun-turun, jadi kami patungan untuk menutup hutang itu,” terangnya, saat ditemui dikantornya, Selasa (2/12) kemarin.

Menurut Wiwik, tak hanya sekolahnya saja yang melakukan hal ini. “Bukan hanya kami, teman-teman dari kecamatan lain juga banyak yang melakukan,” ujarnya. Ia juga bedalih, bahwa apa yang dilakukannya telah disetujui oleh konsultan, ” kilahnya.

Ketua LSM Balung, Aziz HS menilai, ada indikasi mark up dalam proyek ini, kualitas rehab juga patut dipertanyakan. Pasalnya, dengan besi berkarat mengindikasikan proyek ini telah disalah gunakan, “seharusnya, pembelian material, menunggu petunjuk dan anggaran turun, iya kalau materialnya sesuai kalau tidak?,” ungkapnya.

Apalagi, sambung Aziz, ada kemungkinan perbedaan standart harga, dari tahun 2013 ke tahun 2014, “inikan langkah mengambil untung namanya,” sambungnya. Untuk itu Aziz akan meminta Dinas Pendidikan memantau rehab tersebut, “ pungkasnya.  (Ruz/Yud).

Berita Terkait Pendidikan

Tidak ada komentar: