"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Rabu, 03 Desember 2014

Tak Lunas SPP, Siswi SMK 1 Jember Dilarang Ikut Ujian

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dunia pendidikan kembali tercoreng, gara-gara tak mampu bayar uang SPP, Anak seorang tukang Kebun, Rth siswi kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Jember terpaksa tidak dapat mengikuti ujian.

Bahrul ayah siswi, Sebagai Tukang Kebun di Akbid Poltekes,  membenarkan kalau anaknya pada waktu ujian triwulan yang lalu, tidak diperbolehkan mengikuti Ujian, karena syarat mengikuti  ujian harus melunasi SPP terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor ujian,

Ungkap Bahrul, Hal yang sama terjadi lagi, yang menimpa anak Pertama dari dua bersaudara, sempat tidak di perbolehkan mengikuti ujian semester, yang dimulai pada hari selasa (2/12), namun berkat usaha cari pinjaman, ahkirnya baru jam ke duanya diperbolehkan mengikuti ujian. Rabu (3/12) Kepada Wartawan

Sa’at itu dirinya dilapori anaknya tidak bisa mengikuti ujian jika tidak membayar SPP, akhirnya dirinya mendatangi sekolah tempat anaknya sekolah. Ternyata benar, saat ditemui disekolahnya, Rth memang tidak boleh mengikuti ujian karena tidak mampu membayar SPP. Saat itu dirinya melihat Rth duduk-duduk di depan kelasnya.

“awalnya saya diberitahu anak saya kalu tidak bisa membayar uang SPP tidak boleh mengikuti ujian. Agar bisa ikut ujian saya datangi sekolah anak saya, saat disekolahnya saya lihat anak saya ternyata tidak mengikuti ujian. Dia duduk-duduk diluar kelas.”paparnya.

Sa’at itu ia, di temui pihak bedahara sekolah dan menjelaskan bahawa dirinya belum bisa membayar SPP, namun ia berharap kepada pihak sekolah memberi kebijakan kepada siswa terutama kepada anaknya, Tolong kepentingan admin jangan dikaitkan dengan proses pembelajaran, “pihak sekolah harus bisa membedakan sebab biaya sekolah adalah kewajiban orang tua” Jelasnya

Tambah Bahrul, pihak sekolah seharusnya mendatangi orang tuanya siswa sambil melakukan survai, untuk mengetahui keadaan sebenarnya, sebelum melarang siswa mengikuti ujian “ Pungkasnya

Senada dengan Bahrul, Tumina ibu korban juga mengaku bahwa anaknya tidak bisa mengikuti  ujian, gara-gara tidak dapat membayar SPP. Hingga berita ini ditulis Rth masih belum bisa mengikuti ujian. “semalam  saya tanyakan ke anak saya, ternyata dirinya masih belum bisa mengikuti ujian. Namun saya tetap bilang ke anak saya untuk tetap masuk sekolah meski tidak boleh mengikuti ujian, biar tidak terkesan bolos.”tegasnya.

Pihak SMK 1 Jember sendiri melalui Suyitno, guru bagian humas saat diklarifikasi terkait murid tidak boleh mengikuti ujian jika tidak membayar SPP sedikit membantah, menurutnya memang ada sekitar 80 siswa yang belum bayar SPP yang tidak boleh ujian jika tidak membayar SPP.

Namun pihaknya memberi kompensasi kepada siswa untuk menghadirkan orang tuanya, tujuannya untuk mengkroscek apakah sudah bayar atau belum, jika sudah bayar boleh mengikuti ujian, demikian juga yang belum bayar boleh ikut ujian jika sudah dapat klarifikasi dari oran tuanya.

“kita sudah memberi kompensasi kepada siswa, untuk menghadirkan orang tuanya, tujuannya untuk mengkroscek apakah sudah bayar atau belum, sebab banyak siswa yang sudah bayar tapi tidak dibayarkan ke sekolah. Setelah mendapat klarifikasi dari orang tuanya, kita bolehkan mereka ikut ujian.”tegasnya. (Edw/midd)

Berita Terkait Pendidikan

Tidak ada komentar: