"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, January 20, 2015

Danrem 083/BDJ Canangkan Penanaman Upsus Padi

Jember. MAJALAH-GEMPUR.Com. Kondisi wilayah Kabupaten Jember dengan luas wilayah kurang lebih  3.294,34 Ha dengan penduduk lebih kurang 2,8 juta jiwa memiliki karakteristik unik, sebelah utara perkebunan dan selatan pertanian.

Disisi sebelah utara merupakan dataran tinggi dari lerang Gunung Argopuro memanjang ke timur lereng Gunung  Raung  merupakan daerah perkebunan, sedangkan disebelah selatan terhampar luas daerah dataran rendah yang relative datar dan subur merupakan lahan persawahan dan pemukiman.

Kondisi tersebut merupakan faktor yang menguntungkan dalam menjalankan program ketahanan pangan upaya khusus (Upsus) padi, jagung dan palawija. Kondisi surplus beras untuk Kabupaten Jember yang saat ini mencapai 900 ton lebih, tidak mengherankan kalau Jember dijuluki lumbung beras bagi Propinsi Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Sesuai keterangan dari Kelompok tani yang hadir kemarin saat ini hasil panen per hektar mencapai 6 ton gabah, dan dengan dimualinya pola upaya khusus yang didukung oleh pendampingan intensif dari TNI dalam hal ini Babinsa dan PPL Dinas Pertanian diharapkan mampu meningkat menjadi 7 ton pada musim panennya nanti.

Dandim 0824 Jember Letkol Arh Wirawan Yanuartono mendampingi Komandan Korem 083/Bdj Kolonel Arm Totok Imam Santoso, Sip, S.Sos, M.Han bersama Dirjen Sarana dan Prasarana Kementrian Pertanian RI Deddy Rochyadi, MM, serta Bupati Jember MZA Jalal, Sekda sugiarto, Kapolres AKBP Sabilul Alif, dan Kajari Jember, dan Kelompok Tani Sumber Makmur Kencong, turun barebareng ke sawah untuk melaksanakan penanaman perdana, di Dusun Podokwaluh, Desa/Kecamatan Kencong, Selasa (20/1)

Menurut Dandim 0824 Jember Letkol Arh Wirawan Yanuartono Bahwa dukunggan TNI terhadap program Ketahanan pangan  untuk mencapai swasembada pangan, dan kegiatan ini bertujuan agar  bisa meningkatkan produksi padi, jagung dan palawija dalam mencapai upaya swasembada Nasional, dalam kurun waktu tiga tahun kedepan “ Harapnya

Melaporkan Hasil Infentarisir data luas tanam , luas panen dan produksifitas tanaman padi,, lahan luas tanam 165.459 Ha, Luas Panen 158.840 Ha, dengan produsifitas 64,85 Kwintal/ Hektare, direncanakan melalui program Upsus, akan meninkatkan hasil produksi menjadi 1000 030 102, Ton Gabah Kering Giling, melakukan pelatihan Koramil dan Babinsa, bersama Dinas Pertanian tentang budidaya tanaman padi, di UPTD Pertanian.

Serta Melaporkan hasil Infentarisir, tentang yang menjadi hambatan para petani, serta melakukan kerja sama dengan kelompok Tani Margi Rahayu Desa Dukuh Dempoh Kecamatan Wuluhan, tentang tutup tanam padi, membuat posko Upaya Khusus (Upsu), di Tingkat Kabupaten, hingga Desa, untuk mengkoordinasikan tentang Kendalan dan pembuatan laporan “ Tegasnya   

Selanjutnya disampaikan sambutan Dirjen Sarana dan Prasarana Kementrian Pertanian RI Deddy Rochyadi, MM yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Jember, Dandim 0824 dan jajaran Forpinda Kabupaten Jember atas terselenggaranya program ketahanan pangan ini beliau juga berharap kiranya program ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sehingga melalui peningkatan hasil produksi pertaniannya sehingga mampu mewujudkan program pemerintah dalam hal swa semabada beras bahkan swa sembada pangan,

Bupati Jember MZA Djalal juga menyampaikan terima kasih kepada TNI utamanya Dandim 0824 Jember Letkol Arh Wirawan Yanuartono atas penyelenggaraaan program ketahanan pangan sesuai MoU yang telah ditanda tangani beberapa waktu yang lalu, dan ini merupakan salah satu tindak lanjutnya, bahwa program ketahanan pangan ini tentunya perlu dukungan dari semua pihak, jangan sampai dalam penyelenggaraanya nanti petani kendala kesulitan pupuk karena ulah mafia pupuk,

“Kemudian saat panen nanti hasil panennya murah oleh ulah mafia beras” Pada kesempatan itu Bupati  berharap agar semua pihak dapat mengawal program ini dengan baik, untuk mensukseskan program ketahanan pangan Lebih lanjut Bupati Jember juga menyampaikan bahwa dibeberapa desa sudah mulai ada pembudidayaan burung hantu untuk membasmi tikus sawah,  upaya-upaya seperti ini harus kita galakkan bahkan ia berpesan agar keberadaan burung ini jangan sampai punah oleh pemburu-pemburu liar.

Danrem 083/Bdj Kolonel Arm Totok Imam Santoso, Sip, S.Sos, M.Han memberikan penyandangan jaket doreng lengkap dengan tanda pangkat Kolonel  kepada bapak Bupati Jember MZA Jalal, bahkan dalam selorohnya Danrem 083/Bdj menyampaikan bahwa Pak Bupati Jember saat ini sudah berpangkat Kolonel, sehingga berhak menindak Dandim 0824 Jember,

Menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan program yang harus dilaksanakan dari Komando Atas, sebagai tindak lanjut intruksi Presiden RI kepada Kepala Staf Angkatan Darat untuk mendukung sepenuhnya program swasembada beras dan swasembada pangan, sehingga tidak perlu mengimport lagi dari luar negeri.

Untuk itu para Dandim dijajaranya melaksanakan MoU dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati, kemudian untuk ditindaklanjuti oleh Camat dengan Danramil serta Babinsa dengan Kepala Desa sehingga program ini dapat berjalan secara terus menerus dalam rangka melaksanakan pendampingan sehingga petani kita akan lebih giat lagi menanam padi serta meningkatkan kesejahteraan petani,

Pendampingan ini hendaknya dapat dilakukan dari awal, mulai penyiapan lahan, pengolahan lahan, penanaman, irigasi sampai dengan perencanaan yang baik sehingga hasil panennya benar-benar meningkat. beberapa kendala seperti rusaknya saluran irigasi sehingga kurang lancar dan ini harus segera dibenahi, bagaimana mendapatkan pupuk, bagaimana pola perawatan yang baik tentunya ini harus kita benahi bersama, untuk itu dengan adanya pendampingan oleh PPL dan TNI ini diharapkan semua kendala yang dihadapi petani dapat sesegera mungkin kita selesaikan bersama inilah perlunya keterlibatan semua pihak.

Berkaitan dengan burung hantu sebagai predator pemakan tikus, ini baru saya ketahui, untuk itu saya mendukung sekali bahkan saya mewajibkan semua danramil dan babinsa membuat penagkaran burung hantu untuk mengamankan tanaman padi atau pertanian kita dari hama tikus.

Berkaitan dengan pertanyaan awak media yang mempertanyakan apakah pelibatan TNI tidak menjadikan tumpang tindih? Dalam hal ini Danrem menjelaskan bahwa seperti yang disampaikan Bupati Jember tadi bahwa memang tenaga PPL yang ada kurang memadai sehingga TNI diharapkan mampu menutup kekurangan itu.

Dalam pelaksanaanya kita tidak turun sendiri, kumpul dulu menyatukan fisi antara PPL dan Babinsa mengenai apa-apa yang akan disampaikan kepada petani, tentunya sebelumnya Babinsa sudah dilatih mengenai tehnis pertanian sehingga mereka sudah mempunyai bekal saat turun dilapangan.  Pungkasnya.(Edy)

Berita Terkait Pertanian

No comments: