"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, January 10, 2015

Peranan Pers Dalam Pendidikan Politik

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. media bukan hanya sekedar sebagai pengawal demokrasi, tapi merupakan instrumen demokrasi. Untuk itu Pers memiliki peran tanggungjawab untuk melakukan pendidikan politik kepada masyarakat.

Media memiliki tanggung jawab untuk melakukan pendidikan politik, agar dalam menentukan pilihannya masyarakat tidak hanya berdasarkan kedekatan atau emosional semata, tetapi dapat menggunakan kecerdasan untuk menentukan pilihannya.

Untuk itu profil calon Eksekutif dan Legislatif harus disampaikan secara utuh, termasuk menggambarkan menyuguhkan apa potensi dan persoalan di daerahnya masing-masing” Demikian menurut anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember, Ahmad Hanafi, yang menjadi pembicara dalam diskusi Peran Pers Mengawal Demokrasi dan Rapat Kerja (Raker) yang diselenggarakan Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember di aula UPT Liposos, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember, Sabtu (10/1).

Menurut Komisioner KPU Jember, mantan wartawan MNCTV yang juga masih menjabat Ketua Ikatan Jurnalis Tevevisi Indonesia (IJTI) di tapal kuda, selama ini media hanya meliput pada persoalan teknis, sementara pemberitaan tentang profil dan potensi calon  masih minim.

“Untuk itu media memiliki tanggung jawab melakukan pendidikan politik, agar dalam menentukan pilihannya masyarakat tidak hanya berdasarkan kedekatan atau emosional semata, tetapi dapat menggunakan kecerdasan untuk menentukan pilihannya.

Dengan menyuguhkan profil calon Eksekutif maupun Legislatif, secara utuh, termasuk menggambarkan potensi, kebutuhan dan persoalan di daerahnya, pasalnya “selama ini media hanya meliput pada persoalan teknis, sementara profil calon dan potensi wilayah masih minim. Pungkas Komisioner KPU yang masih menjabat Ketua Ikatan Jurnalis Tevevisi Indonesia (IJTI) tapal kuda ini

Sementara itu, Ihya Ulumiddin, ketua FWLM Jember mengatakan, diskusi-diskusi seperti ini harus terus digalakkan. Menurutnya, hasil dari diskusi ini adalah oto kritik yang berangkat dari kegelisahan bersama akan pentingnya peran pers dalam proses demokratisasi.

“Meski fakta demokrasi kita masih prosedural, akan tetapi dengan segala keterbatasannya, pers harus mampu mendorong arah demokrasi kita menjadi demokrasi subtansial. Dan FWLM Jember siap menjadi motor penggeraknya,” terangnya. (Ruz/eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: