"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, February 15, 2015

Bacabub Jember H M Arifin, Lakukan Grebeg Tikus Bersama Petani

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Bacabup Kabupaten Jember, Dr. H. M Arifin, Minggu (15/2) melakukan grebeg tikus bersama ratusan petani di area persawahan Dusun Demangan, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan.

Kedatangan Arifin dalam acara Petani Deklarasi Arifin (Pendekar), Rektor IKIP Jember, disambut antusias petani yang diawali dengan kesenian jaran kencak Sumberdadi serta atraksi kesenian pencak silat yang diperagakan oleh Persatuan Pencak Silat Pagar Nusa desa setempat.

Sehingga acara deklarasi ini sempat menyedot perhatian warga lain yang sedang melintas dijalur persawahan tersebut. Bahkan, warga berhenti sejenak untuk melihat langsung atraksi sekaligus ingin bersalaman dengan Bacabup yang saat ini menjadi Rektor IKIP PGRI Jember.

“Kami siap mendukung calon yang peduli dan memperhatikan petani. Saya lihat visi dan misi Pak Arifin sesuai dengan keinginan petani, oleh karena itu kami siap mendukung beliau,” ujar Sugito, petani setempat. Menurutnya, selama ini, sebenarnya persoalan petani hanya itu-itu saja, yakni pupuk yang langka dimasa tanam dan turunnya harga jual saat panen tiba. Sugito pun meminta kepada Arifin agar dua permasalan petani ini dapat teratasi apabila dia (Arifin) terpilih menjadi Bupati Jember pada pemilu mendatang.

Hal yang sama juga diutarakan Syafi’i, petani yang lain, dia berharap kepada Bacabup Arifin apabila dia terpilih menjadi Bupati Jember, agar dalam program kerjanya untuk lebih mengutamakan petani. Karena, kata Syafi’i, petani adalah soko guru kehidupan manusia, “kami berharap agar pengembangan sektor petanian lebih diutamakan, agar kehidupan petani yang menjadi soko guru kehidupan ini bisa lebih sejahtera,” harapnya, saat sesi tanya jawab sebelum acara grebeb tikus dimulai.

Menanggapi pertanyaan dan harapan para petani, H M Arifin mengatakan, jika harapan para petani sebenarnya cukup sederhana. Seharusnya, kata Arifin, siapapun yang jadi pemimpin jember saat ini maupun yang akan datang, wajib memperhatikan nasib petani. Dia sependapat dengan petani, bahwa profesi ini sangatlah mulia, sebab tak hanya menjadi hulu (soko guru) pangan, melainkan juga menjadi hulu kehidupan manusia, “saya tak dapat membayangkan jika petani mogok kerja, sehingga petani layak menyandang sebagai pahlawan pangan dan pahlawan kehidupan,” papar Arifin.

Sebagai solusi konkrit atas permasalahan petani, Arifin menawarkan terobosan melalui teknologi tepat guna. Dia mencontohkan, beberapa bulan yang lalu, ada seorang peneliti pangan yang menemukan tanaman padi varietas baru yang  menurutnya lebih cepat masa tanamnya, hasil produksinya pun lebih banyak dari tanaman padi varietas lain yang selama ini ditanam oleh petani. Sedangkan, mengenai langkanya pupuk masa tanam dan turunnya harga saat panen, Arifin berjanji akan memberikan proteksi terhadap produksi hasil petani paska panen yang cenderung anjlok. Misalnya, dengan melakukan stabilisasi harga.

Setelah dialog usai, tak segan-segan Arifin beserta para petani berlomba menangkap tikus. Terlihat para petani berebut memukul tikus dengan pentungan bambu, petani gregetan karena selama ini hama tikus menjadi momok tersendiri yang mengancam keberlangsungan tanaman padinya.

Dengan menggunakan bom berbahan belirang yang dimasukkan ke sarang tikus, upaya petani untuk menangkap menjadi mudah. Sebab, tiku-tikus itu klenger saat keluar dari sarang akibat uap belirang. (Ruz/Yond).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: