"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, February 9, 2015

FWLM Jember Gelar Diskusi Dan Syukuran Hari Pers Nasional

Jember, MAJALAH-GEMPUR,Com. Puluhan juru warta yang tergabung dalam Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember, gelar syukuran HPN ke 69 2015 di kantor bersama di perumahan Graha Citra Kaliwates.

Dalam kesempatan itu, sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik tampak hadir, juga beberapa wartawan senior Jember, diantaranya Adi Samekto, Esha Ghani dan Muhammad Baharuddin Nur. Mereka adalah wartawan angkatan 80 an yang dua nama pertama diantaranya masih eksis hingga kini.

Moh Baharuddin Nur misalnya, dalam testimoninya dia menyentil independensi dan keberpihakan media terhadap rakyat. Menurutnya, saat ini banyak wartawan dan media masa yang telah dikendalikan oleh pengusaha dan penguasa. Dia mewanti-wanti jangan sampai ada pergeseran makna dari kata wartawan, yang semula adalah orang yang mencari, mengolah dan menyuguhkan berita menjadi pewarta yang membela jutawan, “jangan sampai berubah makna, Wartawan menjadi pewarta yang membela jutawan,” sindirnya. Senin (9/2/2015).

Oleh karena itu, mantan politisi yang saat ini menjadi aktifis anti rasuah itu berharap, agar para wartawan yang tergabung dalam FWLM Jember untuk lebih berani menyuarakan kebenaran tentang maraknya korupsi yang terjadi di Kabupaten Jember, yang menurutnya sangat butuh pengawasan dan keterlibatan media masa.

Otokritik tersebut juga disampaikan oleh Esha Ghani, wartawan senior yang sekaligus Redaktur Pelaksana di Majalah Sakinah, menceritakan tentang perbedaan wartawan masa dulu dengan sekarang. Dikatakannya, jika zaman dahulu untuk mendapatkan ID Card (kartu  tanda wartawan) itu tidak mudah, harus melalui tes kemampuan dan kelayakan, “sangat berbeda dengan jaman sekarang siapapun bisa menjadi wartawan,” tuturnya.

Senada dengan itu, Adi Samekto juga menyayangkan betapa mudahnya seseorang mendapatkan ID Card wartawan. Menurutnya, dalam momentum HPN ini selayaknya kaum jurnalis harus mampu merefleksikan kembali apa sebenarnya fungsi dan peran pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, “jadi tidak hanya bermodal ID Card saja, melainkan kita juga harus menjadi jurnalis yang ideal dalam mencari dan menyuguhkan berita untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua FWLM Jember, Ihya Ulumiddin, meminta para wartawan untuk meningkatkan kapasitas pribadi dalam jurnalistik. “Kami harapkan semua wartawan yang menjadi anggota forum untuk meningkatkan kemampuan dalam jurnalistik,” kata Udik, sapaannya.

Dengan meningkatnya kemampuan wartawan, lanjut Udik, maka secara otomatis  akan mengangkat citra media dimata publik yang dinilainya belum menyuarakan kepentingan publik. Puncak acara itu ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Udik yang diberikan ke Adi Samekto sebagai ungkapan syukur. (Ruz/Eros/).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: