"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, February 28, 2015

Letkol Moch Sroedji Bakal Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

Jember,  MAJALAH-GEMPUR.Com. Mimpi warga Jember agar Letkol Moh Sroedji jadi Pahlawan Nasional tampaknya bakal menjadi kenyataan.  Hanya tinggal beberapa dokumen saja yang perlu dipenuhi oleh Pemkab Jember.

Beberapa dokumen yang dibutuhkan sesuai arahan Kasi Kepahlawanan dan Perintis Kemerdekaan Dinas Sosial (Dinsos) Jatim adalah dokumen penetapan jalan letkol Sroedji di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur dan bukti dukungan masyarakat.

“Kami setuju Sroedji diusulkan pahlawan nasional,  pasalnya apa yang dilakukan Sroedji untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia pada Agresi Militer Belanda II itu patut untuk diapresiasi, Kalau bisa pertengahan Maret mendatang, berkas pengusulan Sroedji menjadi Pahlawan Nasional harus sudah masuk”

Demikian tantangan Kasi Kepahlawanan dan Perintis Kemerdekaan Dinsos Jatim, Sri Susdiyanty kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember yang disampaikan dalam seminar Nasional  bertema yang digelar Pemkab dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)  Kamis (26/2) di Aula PB Sudirman

Karena pihaknya juga akan segera melakukan rapat dengan Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) propinsi terkait dengan usulan calon pahlawan nasional ini. Dan nantinya juga akan dikaji apa saja yang masih kurang dari berkas pengusulan itu. Baru kemudian akan diminta ke rekomendasi dari Gubernur untuk dikirimkan ke Kementrian Sosial.

Oleh karena itu, proses itu tidak mudah sehingga perlu adanya ketekunan untuk mengusulkannya. “Bahkan akhir april berkas ini diusahakan sudah masuk ke propinsi,” tuturnya. Oleh karena itu, lebih cepat akan lebih baik. Dirinya pun berharap saat pengkajian tidak ada kesimpang siuran sejarah tentang Sroedji dari buku satu ke buku yang lain.

Untuk mempersiapkan kebutuhan tersebut Pemkab melakukan sejumlah kegiatan, mulai dari kirab, lomba karya tulis, hingga seminar nasional dengan tema “Peran Letkol Sroedji Dalam Pembentukan Cikal Bakal TNI dan Peran Aktifnya Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia”

Pemkab juga sudah mengirimkan surat pengajuan letkol Sroedji sebagai pahlawan nasional, kepada kementerian sosial Indonesia. “Merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Jember, jika salah satu putra terbaik Jember dinobatkan sebagai pahlawan nasional”.  Tutur Wakil Bupati Jember, Kusen Andalas dengan nada terbata-bata.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jember ini berharap keinginan menjadikan Sroedji sebagai pahlawan Nasionak bisa segera terelisasikan. Pengusulan Sroedji sebagai pahlawan nasional menjadi pintu masuk untuk mengusulkan tokoh- tokoh jember lainnya, seperti letkol Soebandi dan KH Achmad siddiq.

Dukungan senada juga diungkapkan R. Sumarno, Dosen Sejarah Universitas Surabaya. Dia mengatakan Sroedji ini sangat layak menjadi pahlawan nasional dari segi perjuangan membela tanah air. Dirinya melihat semangat juang Sroedji ini sangat heroik sehingga terus bergerilya mempertahankan kemerdekaan RI meskipun terus dikepung.

 “Semangat membela tanah air dan perjuangan melawan penjajah inilah yang seharusnya dicontoh oleh masyarakat,” tuturnya. Selain itu dari sisi gambar, Sroedji juga memiliki sejumlah dokumentasi tentang gambar Sroedji, dia juga memiliki nilai atau kata perjuangan yang ditinggalkan untuk generasi muda.

Sumarno pun melihat jika yang dilakukan Sroedji ini sama dengan pahlawan yang lainnya. Sehingga sangat layak untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional. “Karena itu, Masyarakat Sejarah Indonesia pun mendukung pengusulan Sroedji menjadi Pahlawan Nasional,” tutur Sumarno.

Sementara itu, Kasubit Penghargaan dan Kesejahteraan Keluarga Pahlawan dan Perintis kemerdekaan Kemensos RI Siti Aisjah menuturkan jika menjadi Pahlawan Nasional tidak mudah, karena harus mengikuti sejumlah proses yang panjang.

“Hingga saat ini secara nasional baru ada 163 tokoh yang menjadi Pahlawan nasional, 23 diantaranya dari Jawa Timur,” tutur Aisjah. Dirinya pun sempat mendengar jika Letkol Moch Sroedji pernah diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Jika memang benar, untuk menghemat waktu dan biaya sebenarnya tinggal menelusuri sejauh mana pengusulan berkas pengajuan itu. Sehingga tidak memulai lagi dari awal lagi.

Namun, sepertinya pengusulan yang sebelumnya tidak sesuai dengan pengusulan yang baku ditetapkan oleh Kementrian Sosial yakni melalui Dinas Sosial baik propinsi maupun kabupaten/kota dengan pengkajian TP2GD yang terdiri dari 13 orang yang terdiri dari akademisi, praktisi, pakar sejarah dan instansi pemerintahan. “Bukan lewat instansi yang lain,” tegas Aisjah. Karena itu, pihaknya menghargai perjuangan Pemkab Jember untuk mengusulkan kembali Sroedji menjadi pahlawan nasional.

Sementara itu, Eko Heru Sunarso, Kepala Dinsos Jember mengaku siap untuk melengkapi berbagai persyaratan yang dibutuhkan agar Letkol Moch. Sroedji segera ditetapkan menjadi pahlawan nasional. “Maret berkas sudah  siap. Jadi kami siap lembur,” jelas Heru. (midd)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: