"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, February 20, 2015

Mantan Mantan Pengawas Dan Direktur Sarankan Audit Investigasi PDP Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Mantan mantan Anggota Badan Pengawas Eksternal Periode 2002 - 2005 dan mantan Direktur Umum dan Keuangan Periode 2005 - 2012, tidak percaya PDP Kahyangan akan bangkrut.

Menurut Soeseno, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) keuangan 2014, tidak disebutkan kalau perusahaan milik Pemkab Jember itu akan bangkrut. "Hanya disebutkan kalau pengelolaan tidak maksimal dan tidak efisien. Tidak ada penilaian bangkrut," ujarnya di ruang Badan Musyawarah Jumat (20/2).

Menurut nya saat dirinya menjadi Pengawas, setiap tiga bulan sekali memeriksa kondisi cash flow keuangan perusahaan secara general. Kalau ada yang membahayakan kondisi keuangan, maka segera dicarikan solusi.  jelasnya didepan rapat yang digelar Panitia Khusus (Timsus) Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember Jawa Timur.

Dulu menurut ketua STIE Milik Yayasan Petani Jember ini bahwa pengawas PDP kayangan terdiri dari seorang Birokrasi dan dua orang professional. Sehingga jika terjadi permasalahnan yang mengancam PDP dirinya dan dua pengawan lain langsung merespun, Nggak tau sekarang apa komposisi pengawas masih tetap seperti  itu.  

"selama saya menjadi Pengawas, kondisi keuangan baik-baik saja. Saat PDP harus membayar tali asih sebesar Rp 1 Miliar kepada warga Ketajek, kami menulisnya itu sebagai hutang Pemkab dan Pemkab harus membayarnya meskipun dengan cara setoran pendapatan PDP ke Pemkab dikurangi," kata Seno.

Karenanya ia tidak percaya kalau PDP Kahyangan bangkrut. Untuk memastikan itu, ia mengharapkan anggota Pansus untuk mengecek alur cash flow keuangan PDP sejak Tahun 2012, 2013 dan 2014. Dari situ akan diketahui pemasukan dan pengeluaran perusahaan.

"Itu harus dijelaskan secara rinci. Selain itu juga harus dilakukan audit investigasi oleh BPK. Contoh ada berapa tanaman yang mati dan kenapa mati. Kabarnya yang mati nilainya sampai 3,5 Miliar, kok bisa., anehnya mati kok masih tetap ada pembiayaan yang dikeluarkan. Ini pasti ada persoalan manajemen " tegas Seno.

Soseno juga sedikit heran, kenapa lembaga audit rutin PDP Kahyangan mulai dirinya menjabat sampai sekarang tetap dilakukan lembaga yang sama. “Dulu waktu saya menjabat, audit rutin dilakukan oleh lembaga ini, sekarang tetap yang ini juga, yah… ndak tau saya maksudnya” Tambahnya

Hal senada juga disampaiakan Suhandoyo , saat ia menjadi salah satu direktur, kondisi tanaman sehat sehingga dapat menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai target. Bahkan, saat itu PDP Kahyangan mampu memberi pinjaman kepada Pemkab Jember sekitar Rp 4 miliar untuk dana sewa pesawat yang dijanjikan akan dibayar dalam kurun waktu sebulan.

Saat itu, kondisi keuangan PDP juga cukup bagus sehingga tidak pernah menggunakan dana cadangan atau deposito. Bahkan, THR dan pendapatan lain-lain untuk karyawan dan jajaran direksi cukup lumayan. Masing-masing Direksi saat itu mendapatkan Jasa Produksi (Jasprod) sekitar Rp 150 juta.

Karena itu, Handoyo menyarankan dilakukan audit investigasi atau secara menyeluruh untuk memastikan kolapsnya PDP. Selain itu, ia juga meminta audit rutin dikembalikan kepada BPKP. Harapnya di hadapan anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jember (eros)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: