"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Rabu, 25 Februari 2015

Pengembang Pesona Regency Cuci Tangan Pengalihan Aliran Sungai

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Menejemen PT Makmur Raya Utama pengembang perumahan Pesona Regency di kelurahan Patrang, mengelak telah mengalihkan aliran sungai dari sekitar perumaham  ke pemukiman warga.

Penglihan aliran sungai tersebut menurut salah-satu pemegang saham Abdul dilakukan oknum yang tidak jelas.  “saya pastikan bahwa kegiatan pengalihan aliran sungai yang kini diprotes warga sekitar tidak dilakukan pihaknya. itu dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab” Tegasnya Rabo, 25/2)

Abdul lebih lanjut mengungkapkan, PT. MRU memang melakukann pengembangan perumahan, namun bukan ditempat lokasi pengalihan aliran sungai itu. Jika ada yang mengatas namakan pihak PT.MRU dalam pengalihan aliran sungai itu bukan kebijakan kami, sebab sejak awal lokasi tersebut sudah diserahkan kepada  warga.

Abdul mengakui dalam pengembangan perumahan di pesona regency pihaknya melakukan take over dengan pengembang yang lama, namun karena kebijakan kementerian perumahan rakyat serta kemnkumham  yang mengharuskan nama perusahaan tidak bisa diganti dengan nama lain, hanya nama pengurus saja yang berubah sehingga nama perusahan tetap PT.MRU.

Perlu diketahui , persoalan warga lingkungan patrang tengah dengan pihak pengembang, sudah terjadi satu tahun yang lalu, namun hingga kini tidak kunjung selesai, yang berawal pihak pengembang melakukan pengalihan alur sungai Bintoro, menutup sungai lama yang menjorok masuk ke lahan perumahan, membuat aliran sungai baru yang lebih mendekat dengan pemukiman warga, namun warga menolak.

Namun persoalan yang lama belum juga selesai pihak pengembang membuat persoalan lagi, yang membuat warga gerah dengan dipergunakanya jalan Kampung untuk keluar masuknya mobil Pic ap, mengangkut matreal bangunan (batu, Pasir dan semen dll)

Siswanto Ketua RW 06, Kepada beberapa Wartawan mengatakan, ia dapat laporan kalau jalan kampungnya dipergunakan keluar masuk mobil untuk mengkut matreal proyek perumahan, untuk itu ia mengkupulkan (rapat) warganya, untuk membicarakan persoalan yang selama ini belum selesai, walaupun pertemuan di Kantor Kelurahan tidak ada kesepakatan.

Lanjut Siswanto, “ Dalam rapat memutuskan warga tidak memperbolehkan jalan kampungnya dipergunakan untuk akses keluar masuk matreal proyek, demi keslamatan warga dan kerusakan jalan akibat dari beban muatan mobil pic up,  persoalan lama aja belum ada kesepakatan terkait penutupan aliran sungai kini membuat persoalan lagi “ Ujarnya

Hal yang sama di sampaikan oleh Abdul Wahid Ketua RT 03, “Warganya masih Trauma dengan kejadian beberapa tahun yang lalu, dengan terjadinya banjir setinggi 1,5 meter hingga 2 meter lebih, padahal pada sa’at itu sungai masih jauh 200 meter dari pemukiman warga sedangakan sekarang menjadi 20 meter saja, inilah yang membuat warga tidak setuju “Jelasnya. (kik/mam)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: