"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, March 2, 2015

Ancam Wartawan saat Meliput Kera Liar, Kades Dilaporkan Ke Polres Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Didampingi puluhan wartawan, Selasa (3/3) Puji melaporkan Kepala Desa Tanggul Kulon Agus Riyanto yang mengancaman dirinya saat melakukan peliputan korban kera liar ke Mapolres Jember.

Menurut jurnalis media lokal Lintas Jatim ini bahwa dirinya dan keluarganya merasa tidak aman atas ancaman kepala desa tersebut. Untuk itu kedatangannya di Mapolres Jember, disamping melaprkan ancaman tersebut , sekaligus meminta perlindungan atas keamanannya.

Waktu itu saya berniat konfirmasi ke kades melalui telepon terkait beberapa warganya yang terkena gigitan serangan kera liar, tidak perlu di beritakan, saya sudah menerjunkan orang, wartawan tidak bisa menangkap monyet” kata Puji menirukan perkataan kepala desa.

 Pada hari senin, menurut Puji, tiba-tiba kades telpon saya dengan nada marah dan mengancam, karena saya dituduh memberitakan hal-halyang tidak baik tentang kades, padahal koran saya belum terbit, makanya saya melaporkan ancaman ini ke Mapolres” ujar Puji

ketua Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember Ihya ulumudin, S.H.  menyesalkan kejadian ini, “Sekarang sudah bukan jamannya ancam-mengancan, apalagi dilakukan oleh seorang kades yang notabene seorang pemimpin rakyat,  kami akan mengawal kasus ini untuk diproses sesuai UU yang berlaku,” ujar Udik panggilan Ihya Ulumiddin usai mendampingi korban di Mapolres Jember.

Agus Riyanto saat dikonfirmasi tidak mengelak. “benar mas, saya marah,  saya merasa didholimi, saya heran kok baru sekarang konfirmasi ke saya, padahal peristiwa kera liar ini sudah 2 pekan, apa ini tidak menjengkelkan, apalagi desa kami tidak lama lagi akan melakukan Pilkades, jelas niat wartawan itu ingin menjatuhkan saya, tapi saya tidak takut,” ujar Agus.

Agus juga mengatakan, dirinya tidak gentar  jika ancamannya dilaporkan ke polres, “Silahkan kalau mau dilaporkan, apa ada bukti? Saya tahu mas, kasus ini jebakan aya, karena saya akan mencalonkan lagi, buktinya kenapa pembicaraan saya direkam kalau tidak ada niat untuk menjatuhkan saya. Tambahnnya

biarlah saya siap menghadapi, jika saya disakiti lihat saja mas, saya juga bisa menyakiti, toh jabatan saya tidak lama lagi habis, saya bebas melakukan apa saja,” pngkas Agus dengan nada jengkel. (mam)

Berita Terkait Kriminal

No comments: