"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 12 Maret 2015

Konspirasi KSO PDP Jember Rugikan Negara 4 Miliar

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sejak ditanda tanganinya Kerja Sama Operasional (KSO) Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Khayangan dengan PT Nanggala Mitra Lestari (NML) 23 Maret hingga 30 April 2013 ada kerugian Negara sekitar 4 Milyar.

Pernyataan ini disampaikan Totok Familu, Kepala Bidang penggalian data Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara (LPPNRI) pusat. Kepada sejumlah wartawan usai menemui Kasi Pidsus Kejari Jember, Hambaliyanto dirinya menjelaskan ada konspirasi antara kedua perusahaan tersebut.

“Munculnya ijin prinsip oleh Bupati Jember tertanggal 19 Maret hingga terjadinya KSO 23 Maret 2013, yang berimbas pada penjualan hasil produksi karet PDP Khayangan sejak Desember 2012 hingga Maret 2013 ada prosedur yang menyimpang,” katanya Kamis (12/3).

Menurut Totok, pada tanggal 22 Maret 2013 pihak PDP Khayangan menyerahkan hasil produksi karet kepada PT NML sebanyak 159.111 kg, padahal KSO dilakukan keesokan harinya, 23 Maret 2013. Belum lagi status PT NML saat terjadi transaksi belum berbentuk PT, sehingga ada indikasi konspirasi antara keduanya.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah pasca dibatalkannya KSO no.1334 antara PDP Khayangan dengan PT.MNL pada tanggal 30 April 2013,  dimana pihak PT NML berjanji akan mengembalikan hasil penjualan senilai barang yang diambil yaitu hampir mencapai 4 milyar, namun kenyataannya hingga kini belum juga dikembalikan.

Totok mengaku, dirinya tahu jika kasus ini sebelumnya sudah pernah dilaporkan ke (Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun entah mengapa hingga kini macet. Karena itu dirinya akan  lebih pro aktif. Jika dibutuhkan dirinya akan memberikan data tambahan kepada KPK, agar kasus ini segera ditindak lanjuti.

Dirut PDP Khayangan, Sujatmiko sendiri hingga berita ini ditulis tidak bisa dikonfirmasi terkait tudingan yang disampaikan LPPNRI atas dugaan konspirasi diperusahaan yang dipimpinnya. Bahkan saat dikontak via Hp berulang-ulang Sujatmiko tidak merespon (Midd)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

Tidak ada komentar: