"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Senin, 16 Maret 2015

Puluan Kader Banteng Segel Kantor DPC PDI Perjuangan

Jember,  MAJALAH-GEMPUR.Com. Puluhan Kader Banteng Senin (16/5) menyegel kantor DPC PDI Perjuangan dan menuntut  DPP agar menunjuk Kusen Andalas ditunjuk sebagai Ketua DPC partai berlambang banteng bermoncong putih.

Dalam aksi yang mengklaim  perwakilan dari 24 PAC ini sempat tegang. Pasalnya, massa yang dikawal pihak kepolisian nyegel kantor di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang itu. Dengan dalih agar kantor tidak dimasuki pihak lain. Meskipun begitu, aksi tersebut tidak sampai membuat suasana kantor DPC memanas.

Aksi ini sebagai bentuk protes karena karena tiga nama yang muncul saat Konferensi Cabang dianggap tidak merepresentasikan pilihan dari Pengurus Anak Cabang (PAC). Ketua DPC PDIP sebelumnya yang juga Wakil Bupati Jember Kusen Andalas tidak masuk dalam tiga nama yang direkom oleh DPP PDIP.

“Ini sebagai bentuk ketidakpuasan anggota,” jelas Edi Subagio, Ketua PAC Gumukmas yang mengaku mewakili 24 PAC di Jember. Dirinya dan 23 PAC lainnya tidak menyetujui ketiga nama tersebut menjadi Ketua DPC PDIP. Oleh karena itu, mereka melakukan penyegelan tersebut sebagai bentuk penolakan atas tiga nama yang direkomendasikan DPP PDI-Perjuangan untuk menjadi kandidat ketua ketika konfercab beberapa waktu lalu.

Mereka menolak karena para kandidat dinilai tidak layak untuk memimpin Partai PDI Perjuangan di Jember. “Kami tetap mendukung DPC yang lama. Kami tidak mau partai dijual ke orang lain,” tegas Edy. Massa tetap mendukung kepengurusan yang lama dan menolak kehadiran dari pengurus baru. Penyegelan tersebut akan dilakukan para pengurus PAC yang menolak sampai diturunkannya kembali SK berisi kepengurusan yang lama.

Karena ini bertujuan untuk kebesaran partai di masa yang akan datang. “Kami tidak mau PDIP yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pilkada mendatang,” tegas Edi. Aksi ini agar didengarkan oleh pengurus yang ada di pusat, sehingga PDIP tidak dijual kemanapun dalam pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah akhir tahun mendatang.

“Kami tidak ingin PDIP dipimpin oleh orang yang tidak jelas,” tegas Edi. Hal senada diungkapkan oleh Suharto, Ketua PAC Bangsalsari. Dia mengatakan dalam konfercab kemarin, ketiga nama ini tidak dapat melaksanakan musyawarah mufakat untuk menentukan ketua DPC PDIP. Bahkan, saat deadlock dan diambil alih DPP pun masih belum muncul satu nama dari ketiganya dan diminta untuk dikembalikan kepada peserta Konfercab.

“Ketiga nama itu ditolak oleh peserta Konvercab,” tutur Suharto. Karena jika tettap ditetapkan akan dapat menimbulkan suasana yang tidak kondusif. Dan dirinya khawatir akan malah menyebabkan perpecahan di jajaran struktural partai yang ada dibawah. (Edw)

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: