"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, April 27, 2015

Belum Seumur Jagung, Proyek Plengsengan Ambrol

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Proyek Normalisasi Dam Sungai Gumuk Suda senilai 280 juta diduga dikerjakan asal-asalan, sehingga kualitasnya dinilai sangat buruk, akibatnya bangunan yang baru selesai ini ambrol.

Ambrolnya proyek di Dusun Gumuk Suda Desa Mayang ini sejak Bulan Februari yang lalu, dua bulan setelah pekerjaan selesai bulan Desember 2014. Masyarakat sekitar yang sering memancing di dam tersebut Gofur mengatakan bahwa kualiatas proyek yang ambrol ini sangat buruk. Jadi wajar jika cepat ambrol.

Senada dengan Gofur, Asdi warga yang sering melintas di jalan tersebut juga menyayangkan poyek plengsengan yang ambrol tersebut.” Kalo kita kan orang awam mas, tapi jika melihat bahan nya yang bisa kita lihat secara langsung ya kecewa mas, itu kan uang rakyat masak proyeknya asal-asalan, “ katanya.Senin (27/4)

Menurut Kepala UPT Pengairan Mayang Sutrisno kepada wartawan mengatakan, “ sebenarnya kami sudah menegur pelaksananya mas. Itu pelaksananya CV Melati pak Hartono direkturnya, tapi ya itu mas kami serasa gak direken (dihiraukan, red), “ katanya.

Masih kata Sutrisno, “ ambrolnya plengsengan itu sudah sejak bulan Februri yang lalu mas, lalu di perbaiki ambrol lagi hingga berkali-kali. Dan sampai sekarang jika di total kurang lebih 50 meter kerusakannya ada tujuh titik yang kita pantau, “ imbuhnya.

Lebih lanjut Sutrisno mengakui bahwa proyek itu adalah proyek Pemilihan Langsung yang nilai pagunya sekitar 300 jutaan dan setelah tender nilainya turun menjadi kurang lebih 280an juta. Dan dilaksanakan secara on line melalui ULP di Pemkab Jember.

Ketua DPRD Jember Toif Zamroni, kepada Watawan ini “ Yang jelas itu masih dalam perawatan dan berharap kepada UPT Dinas PU Pengairan melakukan krocek dan membuat  surat teguran maupun peringatan kepada pihak kontraktor untuk segera memperbaiki, selain itu pihak dinas pengairan bisa menilai apakah disebabkan oleh segi kwalitas kurang bagus atau disebabkan yang lain”paparnya

Lanjut Toif, “Proyek plengsengan tersebut sebenarnya masih berumur jagung, dan masih dalam masa perawatan, untuk itu pihak dinas harus bisa tegas, terhadap kontraktor yang kerjanya asal-asalan, jangan ceroboh untuk memilih dan memenangkan kontraktor, lokasi proyek plensengan  tersebut tidak jauh dari rumah “Tegasnya

Sementara Kasi Humas Dinas PU Pengairan Jember, Rubai Kepada Wartawan lewat tepon selulennya, menyampaikan bahwa pihak dinas sudah mengirim surat Teguran dua bulan yang lalu, dan pihak dari CV Melati sanggup untuk memperbaiki, namun hingga kini belum di perbaiki karena masih menunggu air masih tingi “ Jelas Rubai

Hingga berita ini di tulis pihak CV Melati selaku pelaksana proyek belum memberikan keterangan  Hartono selaku direktur juga tidak ada di kantornya. Menuurt keterangan pegawainya Direktur masih ada di lauar kota. (Edy/midd)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: