"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, April 21, 2015

Puluhan Warga Keracunan Makanan Hajatan Pernikahan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Belasan warga Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Selasa pagi (21/4) mengalami keracunan makanan seusai menyantap masakan pemberian warga yang sedang melaksanakan hajatan.

Akibatnya, sekitar 15 orang harus dirawat dipuskesmas, dua diantaranya masih menjalani perawatan intensif, Informasinya , jumlah korban lebih dari 15, mamun, hanya dirawat dirumah oleh keluarganya dengan memberi minum air kelapa muda yang dijadikan sebagai penawar racun. 

Sedangkan dua korban keracunan terparah tersebut adalah Risma Imroatul Jannah, balita berusia 2,3 tahun, dan Nina Nurhayati (19).

Menurut penuturan Supiati (45), insiden ini bermula saat salah seorang warga Dusun Krajan II, Desa Padomasan menggelar hajatan pernikahan anaknya. Sesuai adat setempat, para kerabat dan tetangga diberi hantaran berupa makanan siap santap, “setelah makan hantaran tersebut, saya sekeluarga mengalami mual-mual,” akunya.

Nurita (25) ibu Risma Imroatul Jannah mengatakan, dirinya baru mengetahui jika anaknya menjadi korban keracunan berselang 3 jam setelah anaknya memakan, “saya baru mengetahuinya sekitar jam 6 petang, saat itu anak saya muntah-muntah dan terus menangis,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Jombang, dr Agus Yudi mengatakan, rata-rata pasien mengalami gejala yang sama, yaitu mual, pusing dan terus buang air besar. Dari sejumlah korban yang telah dirawat, sebagian besar diantaranya sudah diperbolehkan pulang, “dua orang yang masih dirawat, satu korbannya masih balita,” katanya.

Petugas puskesmas bersama polsek menyita sample makanan yang menjadi pemicu keracunan. “Sampel makanan yang kita amankan berupa  daging sapi. Sample makanan ini rencananya akan dilakukan pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan Jember, untuk memastikan penyebab keracunan,” jelas dr Joko.

Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Jombang, Aiptu Wahyudi menerangkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan jumlah korban keracunan. Tak hanya itu, polisi juga masih menyelidiki penyebab pasti terjadinya keracunan masal tersebut,

“kami belum bisa memastikan penyebabnya, karena masih mengumpulkan bukti-bukti dan akan membawa sample makanan tersebut ke laboratorium forensik,” terangnya. (ruz/yud).

Berita Terkait Kesehatan

No comments: