"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 16 April 2015

Tim Gabungan Badan Narkotika Sidak Lapas Kelas II A Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Penemuan transaksi narkoba dan narkotika jenis baru di Lapas Cipinang dan Nusakambangan yang menyeret Raja Narkotika Freddy Budiman berdampak ke lapas Kelas II A Jember.

Tak mau kecolongan Kamis (16/4), tim gabunga yang tertiri dari unsur Polres, Polsek Patrang, Kodim, Koramil Patrang, Badan Narkotika Nasional Kabupaten dan petugas lapas melakukan sidak guna memeriksa barang-barang yang dilarang milik para narapidana.

Dalam operasi gabungan tersebut banyak ditemukan korek gas, potongan jeruji, besi maupun lempengan besi. Benda-benda yang sebenarnya di larang ini berhasil di temukan di dalam kamar para napi.

Hingga berita ini ditulis, pihak BNK masih memeriksa sampel urine dari masing-masing penghuni lapas yang masih antri untuk diambil sampel urinenya. Kapolsek Patrang yang bertemu wartawan di sela-sela acara tak mau berkomentar.

“ wah jangan saya mas, itu ada Kepala BNK atau Kasat Narkoba Polres Jember. Saya hanya bertugas mendukung acara operasi gabungan ini, “kata AKP Bambang Setiawan.

Begitu juga dengan AKBP Teduh Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten saat wartawan mencoba meminta keterangan juga keberatan, “ maaf mas jangan saya, saya diminta pihak lapas untuk memeriksa urine untuk di tes Lab. Coba sampeyan ke Kalapas atau pihak lapas ya, “ elaknya.

Kasi Bindik Lapas Jember Alip Purnomo, Amd.IP, SH, MH saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, “ sebenarnya kegiatan ini merupakan wujud dari adanya MOU antara Menkumham dan Polri serta TNI dalam hal pengamanan lapas yang diterapkan hingga ke daerah, “ ujarnya.

Masih kata Alip, “ kami memang meminta bantuan pihak Polres Jember, Kodim dan BNK untuk bersama-sama kami dari pihak Lapas Jember melakukan operasi gabungan untuk mencari barang terlarang yang dimiliki para napi termasuk tes urine, “ imbuhnya.

Lebih lanjut Alip menjelaskan, “ jika ditemukan benda terlarang semisal narkoba dan sejenisnya ataupun urine napi ada yang mengandung narkoba maka proses selanjutnya diserahkan kepada kepolisian, “ pungkasnya. (midd)

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: