"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, May 5, 2015

Ketua RT Berharap Penerima Raskin dan PSKS Diferifikasi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kerasnya kehidupan membuat masyarakat miskin di negeri ini pontang-panting mencari sesuap nasi apalagi harga kebutuhan sembako serta barang kebutuhan lainnya meningkat.

Seperti yang di alami Nito (45). warga Rt I Rw I8 Lingkungan Krajan Kelurahan Patrang Kecamatan Patrang seorang pekerja serabutan yang sehari-hari penghasilannya tak menentu ini mengaku sudah tiga bulan titak menerima jatah beras raskin.

“Ya bener mas sudah tiga bulan saya tidak menerima jatah beras miskin, katanya diroling. Dulu saya dapat satu sak isi 15 kg dengan harga 24 ribu. Kemudian berubah 1 sak dibagi untuk 3 kk. Lama-lama saya malah gak dapat mas, katanya diroling,“ keluh Nito saat diremui  dirumahnya yang beratapkan seng. Selasa (5/5)

Meski demikian Nito masih bisa sedikit bernafas lega karena bulan April mendapat dana PSKS 600 ribu tanpa potongan. Menurut Ketua RT I RW 18 Lingkungan Krajan Patrang Heru, “untuk data penerima dana PSKS di RT I ini hanya 12 orang mas, sama dengan data lama yang dari BPS tahun 2011, “ ujarnya.

Lebih lanjut Heru mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan tambahan dana PSKS sesuai verifikasi tahap kedua tahun 2013 yang lalu sebanayak 18 orang. Namun yang turun tahun ini tetap sama.

Sedangkan untuk data raskin di RT I penerimanaya 18 orang. Jadi Heru berinisiatif agar di roling. Terkait P Nito yang tidak menerima jatah raskin Heru menjawab, “untuk penerima Raskin yang dapt dana PSKS memang kita alihkan ke warga lain agar merata, karena banyaknya warga yang layak menerima raskin, “ ungkapnya.

Lain halnya yang di alami oleh Hasan Basri (35) warga RT 4 RW 18 Lingkungan Krajan Patrang leih memprihatinkan lagi. Hasan yang kesehariannya seorang kuli serabutan tidak menerima raskin dan juga dana PSKS.

Pantauan wartawan yang datang langsung kerumah Hasan yang terbuat dari anyaman bambu yang sudah tua mengatakan, “ saya warga RT 4 mas, memang masih baru sekitar setahun yang lalu. Saya tidak dapat jatah raskin maupun dana PSKS, “ tuturnya.

Hasan mengungkapkan bahwa, “memang saya warga baru di sini. Tetangga kanan-kiri saya yang lain dapat bantuan mas seperti jatah raskin dan dana PSKS. Saya berharap pemerintah adil dan tidalk mempersulit pendataan warga yang layak menerim bantuan mas, “ ungkapnya.

Muhdar selaku Ketua RT 4 RW 18 Lingkungan Krajan Patrang menjelaskan, “memang untuk yang Hasan Basri ini agak sulit mas, karena dia pendatang warga baru jadi ya tidak mendapat bantuan. KK dan KTP nya juga belum di ubah, saya sendiri yang membantu baru KK nya jadi warga RT 4, tinggal KTP yang belum, “ katanya.

Muhdar berharap pemerintah merubah data tersebur karena data lama sudah berbeda. “Tahun  lalu kami di perintahkan memverifikasi mas. RT 4 sendiri kami ajukan 12 orang namun tahun ini penerimanya tetap sama memakai data BPS tahun 2011 yakni 6 orang. Ya itulah yang yang dapat mas, “ jelasnya. (midd)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: