"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Minggu, 24 Mei 2015

Peringati Hardiknas, Pameran Pendidikan Di Jember diwarnai Bentrok

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemeran pendidikan dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang di lapangan kecamatan Puger diwarnai bentrok antara siswa dan segerombolam pemuda.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi perkelahian itu dipicu saling senggol saat pagelaran musik digelar oleh panitia. Kawanan pemuda yang ditengarai sebagai biang keributan itu, tak terima saat temannya tersenggol penonton lain. Tak ayal, adu jotos pun tak dapat dihindarkan.

Akibatnya suasana menikmati hasil kreasi siswa tingkat dasar dan menegah, menjadi gaduh.  Sejumlah pelajar dan pemuda yang terlibat bentrok, diseret panitia dan warga ke kantor polisi. “Mereka sempat masuk ke stand kami, katanya mereka dari Desa Kasiyan,” kata guru pendamping SMK PGRI 5 Kencong, Minggu (24/5).

Menurut Idris, warga Puger, kejadianya  sampai dua kali. "siang dan sore hari. saat hendak melerai saya juga mau disikat," kata Pria yang juga sekretaris LSM Garis Putih Puger, menurutnya bentrok pertama sedikitnya 8 pemuda yang diamankan polisi. "Tapi bentrok kedua, jumlahnya lebih banyak," akunya.

Dia menilai positip, adanya pameran pendidikan tersebut. Apalagi, di Puger sudah lama tak ada kegiatan semacam itu. Namun dia menyayangkan, jika perhelatan yang seharusnya menjadi ajang kreasi siswa itu, tercoreng. "Kalau ada tawuran saya minta tangkap tegas saja pelakunya," pintanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Teknologi Balung, Rahmadi Omsidarto, menyayangkan adanya kejadian tawuran yang dinilainya dapat mencoreng kegiatan ini. Padahal di pameran tersebut ada banyak implementasi pendidikan inovatif.

Seperti yang dipamerkan sekolahnya, beton berbahan baku limbah kaca dan sekam kulit padi misalnya, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang melihat stand siswanya. Tak hanya itu, praktik serta service gratis mesin motor injeksi juga yang paling banyak diminati warga. "Banyak montir bengkel motor yang mengaku kesulitan memperbaiki mesin injeksi. Di pameran ini kami tampilkan untuk memperkenalkan hasil kreatifitas para siswa," katanya.

Sebenarnya kata Rahmadi, memperbaiki motor injeksi tak begitu sulit bahkan lebih mudah daripada motor yang menggunakan karburator. "Namun bedanya saat mendeteksi persoalan mesin yang bermasalah, montir injeksi harus menggunakan Diagnostic Tool," jelasnya.

Dia berharap, pameran pendidikan semacam itu harus kembali digelar dan terus didukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. "Saya nilai pameran seperti ini banyak manfaatnya. Apalagi sekolah swasta seperti sekolah kami," ujarnya. (ruz)

Berita Terkait Kriminal ,Pendidikan

Tidak ada komentar: