"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 21 Mei 2015

Tak Masuk PMKS, Warga Miskin Ini Tak Punya Biaya Bersalin

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Belasan tahun tak pernah menerima bantuan pemerintah. Keluarga miskin di RT 1 RW1 Dusun Curah Kates Desa Klompangan Ajung kesulitan mencari biaya untuk persalinan.

Hanya bantuan jatah beras miskin (raskin) yang mereka dapatkan itupun ditebus dengan uang sejumlah lima  ribu rupiah setiap 2,5 kg setiap bulannya. Bu Poni Sugiarti (40) yang bersuamikan Moh Hafit Susanto (44) kesehariannya hanya mengurus rumah tangga.

Sedangkan sang suami hanyalah buruh gudang tembakau yang berpenghasilan 35 ribu perharinya yang jadwal kerjanaya tak menentu hidup pas-pasan dengan seorang anak yang sudah menginjak remaja dan kini  bersekolah di Madrasah Aliyah kelas 1 dengan beban SPP plus tabungan sebesar 45 rb.

Saat didatangi ke rumahnya yang terbuat dari anyaman bambu sederhana sudah rapuh dan banyak lubang B Pon biasa dipanggil menceritakan, “ Ya kami hidup di sini mas. Rumah kami jelek dari anyaman bambu dan sudah rapuh karena usianya sudah belasan tahun tidak diganti, “ katanya Kamis (21/5)

Masih kata B Pon, “ Selama ini kami tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah hanya dapat  raskin 2,5 kg perbulan dengan ditebus lima ribu rupiah. Kalo raskin turun satu karung yang isinya 15 kg dibagi 6 warga mas, jadi tiap orang dapat jatah 2,5 kg, “ ucapnya.

Lebih lanjut B Pon menjelaskan, “ bantuan BLT atau PSKS kami tidak dapat mas. Ya kami mau protes kemana ya sudah kami diam saja sambil berdoa. Begitu juga dengan bantuan bedah rumah mas juga tidak ada, “
 paparnya.

B Pon juga bingung dimana saat ini usia kehamilan calon anak keduanya yang sudah menginjak tujuh bulan jalan tidak memiliki persiapan apalagi biaya. Saat ditanya apakah memilki Kartu Jamkesmas B Pon tidak memilikinya.

Sementara itu Ketua RT1 RW 1 P Husen saat di temui di rumahnya saat diklarifikasi terkait permasalahan warganya mengatakan, “Saya sendiri juga bingung mas, warga miskin yang ada di RT1 sudah saya data termasuk B pOn tapi ya gimana mas, bantuan PSKS masih memakai data lama, “ akunya.

Husen menambahkan, “Begitu juga dengan bantuan yang lain mas, Jamkesmas, Bedah Rumah juga kami usulkan. Pihak Desa mengatakan diupayakan tahun 2016. Namun maslaahnya tanah yang ditempati B Pon an suaminya bukan tanahnya sendiri itulah yang menjadi kendala, “ imbuhnya.

Namun dirinya juga tidak bisa menjamin kapan bantuan untuk warganya akan turun karena tergantung dari pusat maupun Pemkab Jember yang memiliki kebijakan maupun kewenangan terkait bantuan untuk warga miskin. (midd)

Berita Terkait Kesehatan

Tidak ada komentar: