"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Selasa, 26 Mei 2015

Telantarkan Anak, Istri Muda Minta Tanggungjawab

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Anak merupakan anugerah Tuhan kepada manusia, jugan dijasikan korban meski terjadi perselisihan keluarga. Seperti dialami pasangan suami istri di Dusun Pertelon Desa Silo Kecamatan Silo.

Dewi Anggraeni (24) warga RT 2 RW 1 Dusun Pertelon Desa Silo menceritakan kisah pilu yang dialaminya. Kisah itu berawal saat Dewi yang saat itu menjadi pegawai perusahaan rokok di Garahan bertemu dengan lelaki bernama Hendra (26) warga RT 2 RW 28 Dusun Sumber Lanas Timur Desa Harjomulyo.

Sepanjang perkenalannya dengan Hendra, Dewi mengaku sering diantar pulang dan jemput Dewi karena satu arah saat menuju tempat kerja. “ Saya kenalan sama Hendra waktu kerja di pabrik rokok di Garahan mas. Awalnya saya tidak tertarik dengan dia, tapi karena dia yang terus minta berteman ya saya iyakan meski saya tahu dia sudah beristri, “ ceritanya Selasa (26/5).

Karena seringnya bertemu, Dewi tertarik pada Hendra karena bujuk rayunya sehingga Dewi menyerahkan mahkotanya yang berjanji akan menikahinya dan sudah mengajukan cerai terhadap istri pertama. “ Saya gak tahu mas kenapa sampai bisa melakukan itu sama Hendra,” aku Dewi. Hubungan itu dilakukannya di sebuah hotel di kota Jember lebih dari sekali. Hingga tak terasa Dewi terlambat datang bulan dan berbadan dua.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Dewi meminta Hendra menikahinya yang dilaksanakan di Desa Mayang dan tinggal di rumah salah satu rekan Dewi saat bekerja di pabrik rokok Garahan. Mereka berdua dinikahkan oleh ibu dari teman Dewi yang biasa disebut Bu Nyai.

Setelah menikah dan tinggal dua bulan di Mayang, Dewi dan Hendra kembali ke Desa Silo ke rumah orang tuanya. “Hendra dan Saya tinggal di Mayang dua bulan mas. Karena ada sesuatu hal akhirnya saya dan Hendra pulang ke rumah ibu yang ada di Desa Silo. Sebelumnya ibu memang tidak merestui karena saya sedang hamil ya akhirnya diterima juga, “ ucap Dewi yang di benarkan Siti Maharani ibu dari Dewi.

Mereka tinggal di Silo hingga lima bulan dan akhirnya bayi mungil lahir. Namun karena proses kelahiran yang memerlukan operasi Cesar dan membutuhkan dana yang besar permasalahan baru muncul. “ Saya habis 17 juta mas waktu operasi Cesar dan itu biaya saya sedangkan Hendra tidak menanggung beban biaya. Padahal keadaan saya dan ibu pas-pasan yang sudah lama ditinggal ayah meninggal, “ tambah Dewi.

Dewi menambahkan hingga kelahiran anak perempuan hasil perkawinan siri dengan Hendra tak pernah memberikan nafkah lahir dan batin. Dan yang membuat kesal keluarga dari Hendra yang acuh tak acuh dan terkesan tak menganggap dia dan anaknya saat silahturahmi ke rumah Hendra di Desa Harjomulyo.

Hingga akhirnya Hendra membuat surat pernyataan yang intinya dirinya bertanggung jawab penuh baik lahir dan batin kepada Dewi yang saat itu masih mengandung. Surat pernytaan di buat 2 kali yang pertama tanggal 23 November 2014 dan kedua 15 Januari 2015 yang disaksikan oleh Siti Maharani ibu dari Dewi, Kaur Keamanan Desa Silo Sudarto dan Kepala Dusun Pertelon Desa Silo Sudiarto.

Sementara itu di tempat terpisah, Hendra yang di temui Memo bersama Anggi istri pertama di kediamannya di Dusun Sumber Lanas Timur Desa Harjo mulyo membantah menelantarkan anaknya. Hendra mengaku sudah mengeluarkan dana sebesar 7 juta saat Dewi operasi cesar di RS dr Soebandi Patrang Jember.

“ Semuanya tidak benar mas, saya masih tanggung jawab dengan membayar 7 juta yang awalnya dikenakan biaya 11 juta. Karena sudah diuruskan Surat Tidak Mampu akhirnya di potong 4 juta. Itupun saya meminjam ke saudara karena ke orang tua saya sudah tidak mau tau lagi urusan saya, “ elak Hendra.

Sebelumnya Hendra membenarkan bahwa antara dirinya dan Dewi sudah menikah sirri dan tinggal selama 4 bulan di Mayang dan 5 bulan di rumah orang tua Dewi di Desa Silo. Memang selama itu pemasukan naik turun karena menunggu panen buah pepaya yang akan di kirim ke Surabaya.

Hendra juga tak mengelak ketika ditanya wartawan saat dirinya tinggal bersama Dewi sudah pisah ranjang dengan istri pertama. “Ya benar mas, saya saat itu sudah pisah ranjang dengan istri saya waktu tinggal bersama Dewi. Saya juga gak sadar dan bodoh kenapa bisa begitu, “ paparnya.

Hendra menjelaskan bahwa dirinya siap bertanggung jawab atas anak yang dilahirkan Dewi karena memang anak kandungnya. Bahkan jika anaknya di kirim ke Desa Harjomulyo dirinya sudah siap begitu juga dengan istri.

Kepala Desa Harjomulyo Kartono saat di temui di ruang kerjanya sempat terkejut. “Jika memang benar ada permasalahan seperti itu, saya selaku Kades siap membantu memfasilitasi untuk bermusyawarah. saya cek dulu karena berhubungan juga dengan warga Desa tetangga gak enak jika bermusuhan, “ pungkasnya. (midd)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: