"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 21 Mei 2015

Warga Tentang Penebangan Kayu Mahoni Di PDP Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Warga Gunung Pasang yang juga pekerja Kebun menentang rencana penebangan 750 batang pohon Mahoni. Mereka was-was dan khawatir, kejadian banjir bandang 2006 terulang lagi.

Penebangan pohon ini sebenarnya sudah dimulai oleh beberapa oknum pekerja PDP yang pro pada perusahaan dengan alasan peremajaan. Dengan alasan krisins keuangan yang membelit perusahaan, pihak PDP Kebun Gunung Pasang.

Kekhawatiran banjir bandang yang menelan korban ratusan jiwa tersebut terulang lagi disampaikan  Pak Faris warga setempat, Faris mengatakan kekecewaannya kepada perusahaan yang sepihak dalam mencari solusi masalah perusahaan dengan menebang pohon yang menjadi trauma masyarakat.

Menurutnya, “ Managemen Kebun Gunung Pasang membuat persetujuan warga dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah meminta tanda tangan warga terkait akan ditebangnya pohon Mahoni sebannyak 750 batang. JIka ditak setuju warga tidak akan dapat upah dan THR yang membuat warga makin resah dan akhirnya menyetujui hal penebangan itu, “ ujarnya.

Senada denga P Faris, B Sholihan warga setempat mengaku kecewa rencana penebangan yang di lakukakan perusahaan PDP tanpa berumbug dengan warga yang juga pekerja dan meminta pertanggungjawaban jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

 "Silahkan ditebang tidak apa-apa itu kayu bukan milik kami tapi ingat nyawa kita dan keluarga kita bagaimana? Siapa yang mau bertanggungjawab? Masyarakat disini tidak ada yang setuju kalau memang mau ditebang. JIka ada banjir lagi siap tanggung jawab, " ungkap B Sholihan.

Dari informasi yang berhasil di himpun, warga sudah melakukan penolakan dengan melakukan penghadangan sejumlah truk pengangkut yang mengangkut puluhan glondongan kayu Mahoni yang sudah ditebang didaerah tersebut Kamis (21/5) sekitar pukul 3 sore.

Warga melakukan aksi sweeping dan penghadangan tersebut sebagai protes kepada PDP katena merasa dibohongi dan dipermainkan karena kayu yang ditebang dengan mesepakatan 6 pohon melalui tandatangan ADM, namun setelah diperiksa ditemukan 19 pohon yang sudah ditebang.

Saat sejumlah wartawan mewawancarai warga, beberapa warga lain tampak mencegat dua kendaraan dari manageman PDP Kebun Gunung Pasang yang akan turun setelah melakukan survey lokasi kelayakan pohon yang akan ditebang. Sempat warga yang juga pekerja kebun tersebut bersitegang.

Dari pihak managemen ada Widi dari SPI (Satuan Pengawas Internal), Heming Kepala Bagian Pemasaran dan Sudarmin Kasubag Produksi. Bderuntung keteganagan warga dengan pihak managemen berhasil mereda setelah pekerja yang pro pada penebangan membawa pihak managemen ke dalam mobil, yang lalu di cegat wartawan untuk diklarifikasi.

Saat dikonfirmasi P. Widi Kepala SPI ( Satuan Pengawas Internal )  mengatakan, " Kami tidak akan menebang semua mas kami akan selektif dan ini kan ada gantinya peremajaan. Setiap satu pohon yang ditebang akan diganti 10 pohon baru yang ditanam, makanya kami melakukan surney mana pohon yang posisinya aman untuk ditebang atau tidak agar tidak terjadi longsor. Jika dinilai tidak layak maka kami pindah ke tempat lain yang lebih baik. Jumlah yang ditebang ini hanya 6% dari jumlah 13 ribu pohon yang merupakan asset perusahaan mas, “ katanya.

“ Terkait masalah nyawa kan sudah diatur oleh TUHAN mas. Kami tetap akan menebang bulan Juni karena ini sudah dijual untuk menutupi kerugian perusahaan, " ngkap Widi yang di teriaki oleh warga saat mendengar ucapan itu.

Dwi Agus Budianto dari FKPAK bersama warga juga sempat memberikan masukan kepada pihak managemen agar dalam melakukan survey harus melibatkan pihak luar yang lebih independen dan kredibel seperti pihak BPBD, KLH dan Kelompok Pecinta Alam. Namun hal itu tak digubris oleh pihak manegemen. (midd)

Berita Terkait Lingkungan

Tidak ada komentar: