"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 11 Juni 2015

Satpol PP Giring Lima Cewek Bohay Dari Warung Esek-esek

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Satpol PP Kamis (11/6) amankan 5 wanita sexy dan bohay. Kelima wanita yang berpakaian minim tersebut diamankan dari warung B Bahrul di Dusun Patemon Desa Mangaran Kecamatan Ajung

Sebelumnya Satpol PP mengerahkan 300 personil yang berasal dari 31 Kecamatan se Jember untuk melakukan operasi gabungan di 5 titik yang telah di tentukan. Ke lima titik antara lain kecamatan Ajung, Ambulu, Wuluhan, Puger dan Kencong.

Menurut Kasatpol PP Pemkab Jember M. Suryadi bahwa operasi gabungan ini untuk menegakkan Perda No 14 tentang Penanganan Prostitusi di Jember. “ Operasi gabungan ini kami laksanakan selain untuk penegakan Perda No 14 tahun 2001 tentang Penanganan Prostitusi juga sebagai upaya penertiban pelanggaran ketertiban umum menjelang Ramadhan, “ ata Suryadi sebelum apel pemberangkatan Operasi Gabungan.

Di tempat lokasi yang di duga sarang prostitusi liar di Dusun Patemon Desa Mangaran kecamatan Ajung di warung milik Bu Bahrul (65) di amankan 5 wanita berpakaian minim dan sexy. Selain itu juga seorang pria yang bekerja sebgai bank kredit harian yang ngopi di warung milik B Bahrul. Awalnya ada tiga pria, namun saat kedatangan  tim Satpol PP dua orang pria menyelinap keluar dan tak kembali.

Sekilas orang tidak tahu bahwa warung yang di razia itu merupakan warung esek-esek. Tak ada yang berbeda, pada umumnya warung ada meja dan kursi untuk para pelanggan yang akan makan maupun minum. Disalah satu sudut ruangan warung itu terdapat lemari besar yang agak miring. Dibelakang lemari ada lorong yang terhubung dengan banyak kamar untuk penyaluran birahi. Ada empat kamar lengkap dengan ranjang yang siap dipakai para tamu hidung belang dengan wanita yang biasa mangkal di warung Bu Bahrul.

Kelima wanita yang di duga kuat pelau prostitusi setelah berganti pakaian digiring ke mako Satpol PP di Pemkab Jember. Seorang pria yang saat itu sedang ngopi dilepas karena bukan pelanggan dan hanya mampir untuk ngopi setelah bekerja.

Bidang Penegakan Perda Satpol PP Jember Robi Cahyadi membenarkan tak diamankannya pria yang saat razia di Ajung berada di warung yang diduga sebagai tempat prostitusi. “Untuk si pria kami lepas mas, karena dia bukan pelaku misal pelanggan. Tapi hanya ngopi setelah bekerja sebagai bang harian / koperasi kredit harian, “ katanya.

Untuk kelima wanita yang diamankan ini pihaknya akan melakukan pembinaan dengan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi dan dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

“kelima wanita yang kami amankan kami bina dulu setelah itu kami bikinkan surat pernyataan bermaterai untuk tidak mengulangi lagi perbuatan mereka yang melanggar Perda No 14 tahun 2001 tentang Penanganan Prostitusi di Jember, “ pungkas Robi di hadapan wartawan cetak dan elektronik. (midd/edw)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: