"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, 2 June 2015

Usai Dibakar Anaknya, Janda Miskin ini Hidup Dekat Pembuangan Sampah

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Gara-gara Rumah bantuan program bedah rumah hancur dibakar oleh anak bungsunya yang kurang waras. Kini Buama (60),  janda tua miskin itu Hidup di dekat pembuangan sampah,

Warga jl Moh.Srudji Rt 2 RW 17 Lingkungan Krajan Kelurahan Patrang Kecamatan Patrang. kini tinggal di dekat kolam pancing milik warga sekitar di gubuk tua yang terbuat dari anyaman bambu yang sudah rusak, dulunya bekas kandang kambing. Bersebelahan dengan gubuknya banyak tumpukan sampah.

Buama pun tak pernah mengeluh, bahkan Buama mengaku kerasan tinggal dirumah yang sekarang. Saat media ini berkunjung dirumahnya Selasa (2/6) yang terbuat dari gubuk bambu yang sudah tua (bekas kandang kambing) Buama sedang memasak. Wanita lanjut usia tersebut menyambut Memo dengan ramah.

Buama mengungkapkan bantuan pemerintah itu yang di dapat hanyalah jatah beras (raskin) setiap bulannya sebanyak 7 kg yang di tebus dengan membayar 13 ribu. “ Tiap bulan saya dapat beras mas. Dapatnya 7 kg dengan menebus uang 13 ribu, “ katanya.

Bantuan yang lain seperti BLT, dirinya mengaku pernah dapat. Tapi setelah periode terbaru dengan berganti nama PSKS dirinya sudah tidak dapat.  “Dulu saya dapet mas yang BLT, yang barusan saja yang tidak dapat (PSKS), gak tau kenapa, Ya saya hanya menagndalkan suruhan tetangga mas kadang nyuci, nyetrika, ngepel, bersih-bersih sebulan Cuma dapat 200 rb,“ ujar Buama sedih.

Menurut keterangan tetangga Hari, Buama kesehariannya hanyalah suruhan warga yang dibayar tak seberapa. “ Kasihan mas Buama, orangnya memang layak dibantu sama pemerintah. Ya mudah-mudahan pemerintgah mau mendengarkan warga miskin kaya Buama, “ tuturnya.

Sementara itu Ketua RW 17 Lingkungan Krajan  Kelurahan Patrang P Doko ketika dimintai keterangan terkait menjelaskan, “Untuk warga miskin yang bernama Buama ini memang perjalanan hidupnya penuh penak-pernik mas. Dulu kita pernah mengajukan bantuan bedah rumah, namun karena anaknya si Rudi kurang normal sehingga rumah itu dibakar hingga rata dengan tanah, “ bebernya.

Masih kata P Doko, “Pasca kebakaran itu Buama saya dengar membangun rumah dari gubuk yang letaknya di bawah dari rumah yang dibakar, Tapi akhirnya juga hancur karena kena hujan lebat beberapa waktu lalu dan kini tinggal deket kolam warga, “ imbuhnya.

P Doko juga menambahkan bahwa Buama memang layak untuk mendapat bantuan. Pihaknya juga kurang paham mengapa dulunya Buama pernah dapat bantuan BLT dari pemerintah tapi saat programnya berganti nama menjadi PSKS malah tidak dapat. (midd)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: