"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 23 Juli 2015

Akibat Abu Vulkanik Raung Warga Mulai Sesak Napas

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Akibat Hujan Abu Vulkanik Gunung  Raung yang mengguyur kota Jember, sebagian masyarakat mulai mengeluhkan sesak pernafasan dan perihnya mata saat beraktifitas diluar rumah

Keluhan ini mulai dirasakan banyak warga terutama yang melakukan aktifitas saat menghirup udara bebas diluar rumah. Pasalnya volume hujan abu vulkanik semakin banyak bahkan material yang dibawa oleh angin berupa butiran-butiran pasir hitam yang sangat membahayakan bagi kesehatan.

Bagi masyarakat hujan abu ini sangat menganggu dan sangat berpengaruh sekali bagi kesehatan seperti yang diungkapkan oleh salah satu remaja yang mengaku bernama  Samsiah, ( 27th) Warga Dusun Paleran Desa Gunungmalang dirinya merasakan sesaknya pernafasan.

“Ketika saya beraktifitas diluar rumah lama kelamaan saya rasakan nafas saya sesak mas, bahkan didada saya terasa panas, mungkin karena saya tidak menggunakan masker. Masyarakat pelosok mana sempat mau beli masker, mungkin sebagian masyarakat saja yang menggunakan kain penutup”. Jelas irvi. Kamis (23/07)

Keluhan ini juga diungkapkan oleh beberapa warga diKecamatan Sumberjambe khususnya daerah pedalaman. Masyarakat  berharap bantuan kesehatan dan pendistribusian masker gratis supaya terus dilakukan, untuk mengantisipasi penyakit yang tidak diinginkan akibat menghirup udara yang tidak sehat. 

Ketua umum IDI Cabang Jember Dr. Hendro Soelistijono,MM,MARS. Mengungkapkan, “Memang seperti kita ketahui masyarakat banyak yang menghirup udara bebas, Kalau ada abu dari erupsi sangat bahaya sekali, kan ini Dinas Kesahatan sudah memberikan bantuan masker melalui Puskesmas setempat dan sudah ada contact person yang sudah disediakan silahkan masyarakat langsung menghubungi”. Ungkap Dr. Hendro.

Masih kata Dr. Hendro “ Semua bagian tubuh yang terpapar terutama mata dan bagian pernafasan khususnya bagi pengendara sepeda motor, untuk sementara kalau bisa tetab dirumah tidak keluar kalau memang terpaksa mau keluar  disarankan menggunakan masker dan kacamata, ingat mas bukan kacamata yang dipakai  masyarakat pada umumnya, tetapi seperti kacamata renang jadi tidak ada debu yang masuk.” Pungkasnya.

Pantauan dilapangan meskipun bantuan masker disiapkan BPBD dan Dinas kesehatan. Sebagian besar masyarakat mengaku belum mendapatkannya. Sehingga masyarakat menggunakan alat pelindung alakadarnya seperti kain dan sejenisnya khususnya daerah terpencil yang dekat erupsi di kecamatan Sumberjambe. (Maz)

Berita Terkait Lingkungan

Tidak ada komentar: