"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Minggu, 16 Agustus 2015

KMNU Cabang Kencong Tolak Rencana Muktamar Tandingan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Beredarnya kabar akan diselenggarakannya Muktamar Nahdlatul Ulama’ (NU) tandingan memantik rekasi. Kader Muda NU Cabang Kencong ini tidak setuju jika acara Tersebut digelar.

Penolakan rencana Muktamar NU tandingan yang kabarnya akan diselenggarakan di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur tersebut ditegaskan oleh koordinator Kader Muda Nahdlatul Ulama (KMNU) Cabang Kencong, Mohamad Kisan, usai acara diskusi di sekretiat KMNU Kencong. Minggu (16/8),

Pasalnya hasil keputusan Muktamar NU ke 33 di Jombang sudah sah. “Kami menilai hasil dan keputusan Muktamar NU ke 33 di Kabupaten Jombang sah dan memiliki kekuatan hukum mengikat bagi organisai NU, untuk itu sebagai kader NU, kami harus mendukung dan mengamankan hasil keputusan tersebut” Tegasnya.

Yang perlu dilaksanakan, bagaimana mengimplemetasikan hasil-hasil Muktamar, langkah implemtantif itu lebih penting, mengingat saat ini generasi muda NU terancam arus liberalisme dan fundamentalisme atas nama agama. “Saya kira imlpementasi hasil Muktamar itu lebih penting, dari pada menggelar Muktamar (tandingan),” ujarnya.

Salah seorang kader NU Kencong yang lain, Mohamad Sholeh memastikan, rencana Muktamar NU tandingan tersebut tidak bakal terjadi. Karena ahlak kyai-kyai NU tidak mungkin melakukan hal-hal semacam itu. “Saya kira tidak mungkin (Muktamar tandingan) terjadi, sebab ahlak kyai-kyai NU tidak demikian,” tuturnya.

Dalam sejarah Muktamar NU, lanjut Sholeh, pernah pula muncul NU tandingan paska Muktamar di Cipasung pada tahun 1994 lalu. Saat itu, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terpilih sebagai Ketua Tanfidziah NU. “Pada Muktamar NU Cipasung pernah juga muncul NU (tandingan) yang bernama KPPNU dan diketuai oleh Abu Hasan. Namun faktanya paska dibentuk hingga saat ini juga tidak ada,” katanya dengan yakinnya.

Selain menolak munculnya rencana Muktamar NU tandingan, KMNU Kencong juga sepakat untuk medorong lembaga pendidikan tingkat menengah, yakni SMA dan setingkatnya untuk membentengi pelajar dari arus radikalisme agama.

Hal itu sebagai bentuk kampanye membumikan Islam Nusantara. "Saat ini, para pelajar Indonesia mulai dirasuki oleh faham-faham Islam radikal. Dan itu dapat mengancam Kebhinekaan Indonesia dan keutuhan NKRI," jelas Muhlas, salah seorang generasi muda NU, Kencong,.

Sebagai tindak lanjut dari hasil Muktamar ke-33 NU, 1-5 Agustus lalu yang mengusung Islam Nusantara sebagai tema utama. "Membumikan Islam Nusantara adalah langkah tepat sebagai antitesa terhadap radikalisme atas nama agama Islam, terutama bagi generasi muda dan kaum pelajar," tambah Khaerush Sholeh, salah seorang peserta yang lain.

Kabarnya, muktamar tandingan dihembuskan oleh kubu yang merasa tidak setuju dengan hasil muktamar NU di tempat kelahiran dan wafatnya pendrini NU, KH Hasyim Asy’ari, lantaran pemilihan Rais ‘am Pengurus Besar (PB) NU dilakukan dengan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), akibatnya calon yang mereka usung kandas. (ruz)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: