"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, 27 August 2015

Petugas Baca Meter PLN Tuding PT Mahera Jaya Bohong

Lumajang,  MAJALAH-GEMPUR.Com. Petugas baca meter PLN  tuding PT Mahera Jaya Angkasa bohong. Pasalnya, kesepakatan menerbitkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB)  hingga kini masih belum dijalankan.

Padahal sudah ada kesepakatan dalam pertemuan antara para petugas baca meter yang tergabung dalam SPLN (Serikat Pekerja Listrik Nasional) Kabupaten Lumajang, dengan perwakilan PT Mahera Jaya Angkasa dengan fasilitator pihak PLN akhir Senin, pekan lalu.

“Dalam pertemuan tersebut, ada kesepakatan-kesepakatan yang akan dilakukan oleh pihak PT Mahera Jaya Angkasa. Salah satunya adalah soal PKB. Namun, ditunggu hingga hari ini, ” Demikian dikeluhkan Pengurus SPLN Lumajang, Imam Hambali, Kamis (27/8) siang.

Karena itu, SPLN menilai PT Mahera Jaya Angkasa tidak konsisten, main-main dan mulai bohong. Hari ini (kemarin), mereka menggelar rapat dan konsolidasi untuk membahas gerakan mereka selanjutnya. “Apakah kita akan melakukan aksi mogok kembali atau protes  ke PLN masih dibahas bersama teman-teman,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun media ini bahwa pada saat pertemuan antara SPLN, pihak PLN, dan pihak PT. Mahera Jaya Angkasa, sudah ada kesepakatan untuk menyelesaikan masalah yang saat melilit mereka, pemecatan sepihak 5 petugas baca meter.

“Sudah jelas, ada kesepakaktan untuk membuat PKB, sementara 5 kawan kami yang dipecat akan dikonsultasikan dan dimediasi ke PT Mahera Jaya Angkasa pusat (Sidoarjo), tapi hingga kini tak ada tindak lanjut. Kayaknya PT. Mahera Jaya Angkasa dan PLN  mempermainkan kita. Ini akal-akalan mereka,” tambahnya. 

Hadir dalam pertemuan di Lumajang saat itu antara lain Munir dari pihak PT Mahera Jaya Angkasa, Manager PLN Jember Heri dan  Hanal. Ditanya dimana sebenarnya Kantor Perwakilan PT. Mahera Jaya baik yang ada di Jember maupun yang ada di Lumajang, dia menyatakan, di Lumajang kantornya ada di Jl. Seruji Kelurahan Ditotrunan, sedangkan di Jember berada di daerah Jubung.

“Kantornya juga gak jelas. Sepertinya ada yang disembunyikan. Lho kantornya saja gak ada plang atau papan namanya terus gimana?,” tegas Imam Hambali. Di Kantor Disnakertrans juga begitu. PT. Mahera Jaya tidak terdaftar.

Sebelumnya, SPLN Lumajang, melakukan aksi protes  ke Disnanakertrans dan Kantor PLN Lumajang setelah 5 rekan mereka diPHK secara sepihak oleh PT. Mahera Jaya, pada 15 Agustus 2015  lalu tanpa ada alasan yang jelas dan tanpa pesangon.

PT. Mahera Jaya merupakan pihak ketiga dari kerja sama dengan PLN. Pihak PLN punya pekerjaan yang namanya baca meter. Proyek ini dipihak ketigakan oleh PLN ke PT Mahera Jaya Sidoarjo. Segala hal menyangkut karyawan, berapa karyawan yang direkruit dan gaji yang akan diberikan kepada petugas baca meter sepenuhnya ada pada PT. Mahera Jaya.

Dalam perjalanannya, versi petugas baca meter, mereka seringkali dibayar telat bahkan sejak ditangani oleh PT. Mahera Jaya tidak dibuatkan PKB. Ini yang akhirnya membuat para petugas baca meter protes hingga akhirnya berbuntut pada PHK/ pemecatan terhadap 5 rekan mereka.

Baik pihak PLN Lumajang maupun pihak PT Mahera Jaya, belum bisa dihubungi. Pihak PLN, beberapa kali ditelpon tidak diangkat. Beberapa kali di-sms-juga tidak dijawab. Sedangkan pihak PT. Mahera Jaya yang perwakilannya ada di Lumajang, tidak berhasi ditemui.

Kantor nya pun yang katanya ada di Jl. Seruji tidak ditemukan karena tak ada papan nama maupun tanda tanda lain yang menunjukkan kalau di sana ada Kantor Perwakilan PT. Mahera Jaya demikian juga kantor yang yang informasinya di Jubung Jember Juga tidak ditemukan. (yond).

Berita Terkait Perburuhan

No comments: