"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 20 Agustus 2015

Terkontaminasi Abu Raung, Harga Tembakau Petani Anjlok

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sejumlah petani tembakau jenis Besuki Na Oogst Tanam Awal (Besnota) di Wuluhan terancam merugi. Pasalnya komoditas tembakau anjlok hingga mencapai 60 persen.

Anjloknya harga tembakau lantaran tembakau petani dinilah terkontaminasi abu Gunung Raung. "Mereka beralasan tembakau petani terkontaminasi abu Gunung Raung, sehingga kwalitasnya dinilai menurun," kata Salah seorang petani asal Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan Heri Susanto Kamis siang (20/8).

Padahal, lanjut Heri, sebulan yang lalu harga tembakau kwalitas baik masih dihargai Rp. 6 juta perkwintal, untuk kwalitas sedang harganya masih Rp. 3,5 sampai Rp. 4 juta perkwital, sedangkan tembakau kwalitas rendah harganya antara Rp 1 juta hingga Rp. 2 juta.

"Saat ini harga tembakau kwalitas bagus hanya dihargai Rp. 2,2 juta perkwintalnya, tembakau kwalitas sedang hanya dihargai Rp 1 juta, sedangkan kwalitas rendah hanya Rp 200 ribu hingga Rp. 400 ribu untuk setiap kwintalnya. Petani jelas rugi dengan harga segitu," tuturnya.

Heri menyayangkan lambannya Pemerintah Kabupaten Jember dalam merespon keluhan petani tersebut. “Padahal Jember ini kan ikonnya adalah daun tembakau. Tetapi kenapa petaninya ditelantarkan,” kesalnya.

Senada dengan Heri, Abdur Rohman Efendi, seorang petani adal Desa Ampel Kecamatan Wuluhan, juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, standart minimal harga jual tembakau petani adalah Rp. 5 juta perkwintal untuk kwalitas bagus. "Harga dibawah Rp. 5 juta, petani pasti rugi," jelasnya.

Dikatakannya, biaya perawatan dan pengolahan tembakau cukup tinggi. Untuk setiap hektar, petani mengeluarkan biaya hingga Rp. 30 juta. "Biaya itu termasuk sewa tanah, biaya perawatan dan pengolahan tembakau," terangnya. Untuk itu, dia meminta pemerintah memperhatikan. (ruz)

Berita Terkait Pertanian

Tidak ada komentar: