"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, September 26, 2015

Cegah Abrasi Pantai Payangan, TNI Tanam Mangrove

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Ratusan TNI bersama Pramuka dan masyarakat, Sabtu (26/09) melakukan penghijauan dengan menanam 10.500 bibit mangrove atau bakau ditepi pantai kawasan Payangan.

Tampak dalam Kegiatan Karya Bakti TNI yang dilaksanakan dalam peringatan Hari Ulang Tahun HUT TNI ke-70 ini ribuan anggota TNI dari kodim 0824, 30 orang dari Yon Armed 8 Battrei C Ambulu, 30 orang Pramuka dan 50 orang masyarakat nelayan setempat

Bakti TNI ini, dipimpin langsung oleh Pasi Operasi Kodim 0824 Kapten Inf Suharyono, dengan Koordinator Lapangan Kapten Inf Didik Purwo Budianto yang juga Komandan Koramil Mumbulsari. Menurut Kapten Didik ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan diantaranya memberikan bantuan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan dengan kegiatan penghijauan kawasan pantai. 

Penyuluh Lapangan Dinas Perikanan dan Kelautan Wilayah Ambulu  Tabak  disela-sela acara tersebut dalam wawancaranya menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI utamanya Kodim 0824 Jember dengan terlaksananya karya bakti TNI ini.

“Dengan penanaman mangrove ini diharapkan dapat membantu sekitar 2.000 nelayan yang ada disekitar Payangan. Karena dengan adanya mangrove disamping mengamankan pantai dari bahaya abrasi, tsunami, mengurangi pemanasan global bahkan bermanfaat untuk menjadi katalisator zat beracun, berkembang biaknya ikan dan biota laut lainnya bahkan secara ekonomi buahnya dapat dimanfaatkan untuk obat-obatan, sirup dan lain-lain, “ katanya. 

Masih kata Tabak, dengan adanya hal tersebut tentunya langkah penghijauan seperti ini perlu diimbangi dengan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat sehingga dapat berperan serta lebih aktif dalam menghijaukan pantainya.  

Sementara itu, Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Arh Wirawan Yanuartono, S.Sos bahwa pelestarian daerah garis pantai yang merupakan tanggung jawab semua pihak, sasarannya memang penanaman mangrove/bakau, bekerjasama dengan dinas perikanan dan kelautan.  

“Kawasan Watu Ulo memang terlihat gundul bahkan tinggal sedikit rumpun mangrove yang tersisa karena kerusakan lingkungan, untuk itu perlu adanya langkah-langkah sehingga biota laut dapat berkembang biak dengan baik, terhindar dari abrasi pantai, bahaya tsunami tentunya nilai-nilai keuntungan tersebut akan kembali pada masyarakat setempat”, ujarnya.

Dandim juga berharap agar semua komponen masyarakat dapat menjaga kelestarian lingkungan termasuk kelestarian alam pantai di Payangan ini dengan baik, sehingga mampu memberikan manfaat kepada nelayan dan warga sekitar dalam jangka panjang untuk anak cucu. (midd)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: