"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, September 4, 2015

Komisi VII DPR RI Desak PLN Segera Alirkan Listrik Di Baban

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Komisi VII DPR RI mempertanyakan lambannya pemasangan listrik di dusun Baban Desa Mulyorejo Kecamatan Silo. Molornya pemasangan listrik ini diduga ada yang bermain.

Baik dari lingkungan desa maupun dari kalangan Perusahaan Listrik Negara (PLN), Pasalnya masyarakat yang hidup terpencil di desa hutan ini sudah membayar biaya pemasangan listrik baru pada pihak ketiga dan berharap adanya penerangan listrik .

Kecurigaan itu bukan tidak berdasar, dalam program pengadaan listrik masuk desa untuk masyarakat kecil berdaya 450-900 watt, seharusnya paling mahal tidak lebih dari 1 juta rupiah. Namun pada pelaksanaannya, pungutan itu membengkak hingga 4 juta rupiah

Temuan itu menurut anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra dari Dapil IV (Jember – Lumajang)  merupakan bukti, dimanfaatkan oleh pihak ketiga yang sengaja mencari keuntungan dari persoalan ini, bahkan seakan-akan didesa tersebut ada persoalan horisontal padahal hal itu itu bukan akar masalahnya.

Demikian disampaikan anggota Komisi VII Bambang Hariyadi saat melakukan kunjungan kerja dengan  jajaran Direktur PLN Regional Jatim dan Bali yang dihadiri  Manager Area PLN Jember Putu beberapa pihak terkait dengan persoalan listrik yang ada di Desa Baban Jumat, (4/9)

“Inilah yang membuat kita prihatin kalau PLN ternyata tidak bisa mengatasi, padahal itu bagian tanggungjawabnya. Apalagi peraturan-peraturan pemasangan, misalnya mengenai tanggung jawab instalasi dibebankan pada siapa, ketentuan listrik subsidi harus mendapatkan surat keterangan tidak mampu yang ternyata bisa dipermainkan oleh oknum-oknum,” ungkap ketua rombongan tim Kunjungan Spesifik Mohammad Suryo Alam

Kami datang ke Jember ini karena ada persoalan yang sepesifik sekali terkait dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Karena ada satu Desa Baban Kecamatan Silo yang sampai saat ini belum merasakan penerangan listrik. Kami minta komitmen Direktur PLN Jatim dan Bali, agar satu bulan kedepan ini khususnya warga Desa Baban supaya bisa menikmati penerangan listrik”, ucapnya.

Masih kata Bambang, selama ini tak ada penyelesaian sama sekali, bahkan seola-olah di Baban ini ada persoalan horisontal padahal tidak ada, ini juga bisa membuka mata PLN yang selama ini dikemas baik dibawah ternyata banyak persoalan yang sengaja diciptakan oleh pihak ketiga untuk meraup keuntungan saja.

Bambang berharap komitmen PLN dan warga jangan sampai dibebani dengan biaya mahal yang sampai mencapai 4 juta untuk biaya pasang baru antara 450 W sampai 900 W.  Pungkasnya.

Hal senada juga dikeluhkan Ketua Komisi B DPRD Jember Bukri “Kami sebenarnya gerah juga dengan persoalan ini, karena terlalu lama dan tak ada solusi. Ada dua orang kordinator yaitu yang satu minta harga 2,7 juta dan yang satunya 4 juta. Janganlah masyarakat itu dibebani dengan biaya yang cukup tinggi”, ujarnya

Lebih lanjut politisi PDIP ini berharap agar dua kordinator ini berunding dalam satu bulan ini sesuai deadline PLN. Agar PLN segera merealisasikan penerangan pada warga Desa Baban, warga hanya menjadi korban dari orang yang tak bertanggung jawab.  (midd)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: