"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, September 10, 2015

Manfaatkan Besi Tua, Rakit Motor Klasik Bernilai Artistik

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Usia lanjut, tak membuat kreatifitas Suwarno (57), surut. Berkat tangan terampilnya, pria yang biasa dipanggil Cak Nono ini berhasil menyulap besi tua menjadi motor klasik bernilai artistik.

Warga Dusun Kauman, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, berhasil membuat motor bergaya purba. Lelaki itu terinspirasi akan minimnya motor jaman pra kemerdekaan yang sudah langkah dan tak lagi diketahui oleh generasi muda sekarang.

Kemudian dia menduplikasi bentuk motor AJD H6 buatan Inggris yang dipasarkan tahun 1927.  “Saya merakitnya selama 10 bulan, tapi sebenarnya jika dikerjakan terus menerus hanya butuh waktu sekitar 2 bulan,” kata Cak Nono, saat ditemui di bengkel kerjanya, Kamis (10/9).

Kakek empat cucu itu mengaku, lamanya proses pembuatan karena terkendala biaya. Dalam satu unit, dia harus mengeluarkan dana sekitar Rp 7.5 juta, itupun belum termasuk ongkos kerja dan tenaga yang dia keluarkan. “Rata-rata biaya per unit sekitar Rp 7.5 juta,” tuturnya.

Dalam dua tahun terahir, Cak Nono mampu membuat 2 unit motor. Semuanya meniru model klasik. “Sebelumnya saya membuat motor berbahan bakar bensin, untuk yang ini berbahan bakar solar, karena mesinnya saya ambilkan dari diesel pompa air bekas,” urainya.

Motor rakitan yang pertama, kata Cak Nono, laku senilai Rp 20 juta yang dibeli oleh kolektor asal Jakarta. Motor yang kedua ini juga sempat ditawar oleh seseorang dengan harga yang sama. Namun oleh Cak Nono, nilainya masih kurang sehingga belum dilepaskan. “Yang ini saya minta Rp 30 juta. Karena lebih rumit dan menurut saya lebih baik dari yang pertama,” ucapnya.

Pria yang mahir memainkan biola ini mengklaim, motornya mampu menempuh kecepatan 90 kilometer perjam. Konsumsi bahan bakarnya pun lebih irit dari sebelumnya. “Kemarin saya bawa ke pameran motor modifikasi di Jogja (Jogjakarta), untuk Jember – Jogja hanya butuh Rp 50 ribu untuk beli solar,” ujarnya.

Menurut dia, motor rakitannya murni full custom alias buatan sendiri. Cak Nono hanya menggunakan las dan peralatan bengkel sederhana untuk memadu padankan besi bekas yang akan dia olah. “Kecuali mesin dieselnya, karena saya harus ke tukang bubut mesin, karena tak punya alatnya sendiri,” jelasnya.

Jika dilihat sekilas, motor buatan Cak Nono tak nampak seperti rakitan. Peletakan mesin serta ornamen lainnya terlihat cukup presisi, sehingga terkesan motor ‘jadul’ yang dirawat dengan baik. Pilhan warna yang diambil juga mirip dengan motor aslinya, yang berwarna coklat tua ditambahi sentuhan putih agar menimbulkan kesan ‘lama’. Bedanya hanya di tangki motor, jika yang asli bertuliskan AJD H6, motor rakitannya berlabel CNN alias Cak Nono.

Uniknya, tarikan gas dan kopling sama menggunakan handle bekas sepeda. Handle itu dipasang terbalik diujung stang motor. “Mesinnya pun saya buat mirip seperti aslinya dengan menggunakan gear box. Bedanya, yang asli 4 speed, punya saya 5 speed,” pungkanya. (midd/ruz)

Berita Terkait Industri

No comments: