"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, September 22, 2015

Para Siswa Ikut Doakan Ratusan Korban Tragedi Mina

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Ratusan pelajar sekolah dasar di Kabupaten Jember Jum’at (25/9) doakan ratusan korban meninggalnya akibat Insiden terowongan mina dalam pelaksanaan ibadah haji di Mekah Saudi Arabia,

Para siswa-siswi di Fullday Elementary School Hidayatul Murid, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan beserta sejumlah guru yang menempati salah satu ruang kelas, tampak dengan khusuk membaca tahlil dan mendo’akan jama’ah haji yang menjadi korban ketika melakukan jumroh aqobah.

“Selain untuk mendo’akan jama’ah haji yang menjadi korban dalam insiden lempar jumroh di Mina. Do’a bersama ini juga bertujuan untuk mengasah nilai-nilai kemanusiaan para siswa,” Demikian kata Shodiqin, Wakil Kepala Sekolah Hidayatul Murid, seusai memimpin acara do’a bersama tersebut.

Menurutnya, do’a bersama itu juga sebagai bentuk Ukhuwah Islamiyah yakni rasa persaudaraan antar sesama umat islam yang turut berduka saat kamu muslim di belahan bumi yang lain tertimpa musibah. “Karena sesama muslim kita bersaudara sehingga harus saling mendo’akan,” ujarnya.

Clarisa Safa Ailin Ramsi, siswi kelas 5 mengatakan, do’a tersebut dilakukan agar arwah para jama’ah haji yang meninggal diterima oleh Tuhan dan dapat masuk surga. Selain itu dia juga berharap pelaksanaan ibadah haji tahun depan bisa berjalan lancar dan selamat, sehingga musibah di musim haji tahun ini tidak terulang kembali.

“Semoga semua arwah jama’ah haji yang meniggal diterima oleh Allah dan dijadikan sebagai haji yang mabrur. Terus, untuk pelaksanaan ibadah haji pada tahun depan dapat berjalan lancer dan selamat, sehingga apa yang terjadi pada tahun ini tidak terulang kemabali,” harapanya.

Meski usianya masih 11 tahun, Caca demikian Clarisa Safa Ailin Ramsi dia disapa, setelah melakukan do’a bersama dengan ratusan temannya terlihat termenung, seakan sudah bisa merasakan kepedihan keluarga jama’ah haji yang meninggal dalam insiden yang menewaskan lebih dari 700 orang tersebut.

Siang itu, Caca masih membayangkan berita yang dilihatnya di televisi tentang jatuhnya korban akibat berdesak-desak di terowongan Mina, sesaat sebelum dia berangkat sekolah.

“Saya mengetahuinya tadi pagi di televisi, sebelum berangkat sekolah. Saya tadi berdo’a bersama teman-teman dan bapak ibu guru, semoga arwah para jama’ah haji yang meninggal diterima oleh Allah dan menjadi haji mabrur,” ujarnya, seusai mengikuti kegiatan do’a bersama disekolahnya.

Caca mewakili sejumlah murid lainnya yang bertanya kepada sang guru, apa gerangan yang menjadi penyebab terjadinya peristiwa yang memakan korban ratusan jiwa tersebut. Dan hikmah apa yang bisa dipetik sebagai pelajaran?

“Saya juga tidak tahu persis apa yang menjadi penyebab pastinya, namun tadi saya sampaikan kepada seluruh siswa bahwa perjuangan ibadah haji itu cukup berat, harus dengan keteguhan hati dan niat yang sungguh-sungguh,” kata Shodiqin, wakil kepala tempat Caca bersekolah.

Menurut Shodiqin, melempar jumrah adalah simbol keteladanan Hajar yang menunjukkan sikap perlawanan terhadap setan. “Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa sewaktu Ibrahim membawa Ismail untuk disembelih, setan membujuk Hajar agar menghentikan langkah suaminya itu. Namun bukannya menuruti bujukan setan, Hajar malah mengambil batu dan melemparinya berkali-kali,” jelasnya.

Shodiq juga menyampaikan, agar terus berdisiplin dalam melakukan setiap aktifitas. Sebab, sesuai berita yang dia baca, insiden tersebut berawal dari sikap indisipliner jama’ah haji saat melewati terowongan Mina.  “Setelah do’a bersama tadi, kepada siswa kami sampaikan untuk menanamkan nilai disiplin diri. Agar peristiwa di terowongan Mina tidak kembali terjadi,” paparnya.

Dari info yang digali dari berbagai sumber, jumlah korban yang meninggal dalam tragedi Mina terus bertambah. Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan jumlah korban tewas mencapai 717 orang dan 805 lainnya luka-luka dari jumlah sekitar dua juta orang melakukan ibadah haji. (ruz/midd)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: