"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, September 3, 2015

PDAM Jember Siap Pasok Air Bersih Ke Daerah Kekeringan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. PDAM Jember siap bila diminta mendistribusikan air bersih ke sejumlah warga yang mengalami kekeringan. Hal itu merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk masyarakat.

Diakui menghadapi musim kemarau tahun ini, jumlah debit air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember berkurang hingga 50 persen. “Memasuki musim kemarau ke 3 (MK-3) ini, debit air PDAM Jember mengalami penurunan sekitar 50 persen. Bahkan, disejumlah sumur yang dikelola mencapai hampir 60 persen

Akibatnya layanan pelanggan yang mencapai 31.800 sambungan rumah. Untuk itu pihaknya merubah sistem distribusi air yang sebelumnya 24 jam non stop, menjadi beberapa jam saja. “Kami menerapkan sistem pembagian air menggunakan jam operasi, dan untuk saat ini ada pengurangan jam operasi,” kata Sapto.

Selama ini, ada dua sistem yang digunakan PDAM Jember dalam mendistribusikan air. Sistem pertama adalah jam operasi sedangkan yang kedua menggunakan sistem pengaturan jaringan pipa PDAM.  “Jika sistem jam operasi adalah pengurangan jam layanan, maka sistem pengaturan jaringan pipa ini adalah mengurangi debit air di saluran pipa yang satu dan dialihkan ke saluran pipa yang lain,” terangnya.

Menurutnya, penurunan layanan itu terpaksa diterapkan karena dari 25 titik sumber air PDAM di Jember, baik itu yang berasal dari sumber murni peninggalan jaman belanda, sumur bor, maupun instalasi pengolahan air (IPA) yang bersumber dari sungai.  “Dari semua sumber air rata-rata berkurang 50 persen, bahkan ada yang lebih,” jelasnya.

Meski demikian, PDAM Jember tetap siap menyalurkan air bersih kepada sejumlah warga yang terdampak musim kemarau atau yang membutuhkan pasokan air bersih. Prosedur permohonan penyaluran air bersih tersebut harus dilakukan warga secara berkelompok dan seorang koordinator.  “Warga yang ingin mendapatkan bantuan air bersih bisa mengajukan secara berkelompok, dan mengirim permohonan kepada kita (PDAM),” ujar Humas PDAM Jember, Sapto Nugroho, Kamis (3/9).

Dalam penyaluran bantuan air bersih ini, warga dibebankan biaya penggantian solar tergantung jarak yang ditempuh oleh kendaraan pengangkuat air. Untuk setiap mobil pengangkut dikenakan Rp 75 ribu. “Prinsipnya air bersih itu gratis, hanya saja warga diminta mengganti biaya pengiriman atau biaya solar Rp 75 ribu,“ terangnya.

Penyaluran bantuan air bersih ini dilakukan ke daerah dijangkau kendaraan. Untuk wilayah terpencil bekerjasama dengan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD). “Biasanya, kami bekerjasama dengan BPBD. Seperti tahun kemarin, kami juga mendistribusikan air bersih ke daerah (Kecamatan) Mumbulsari,” pungkas Sapto.  (dik)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: