"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, September 21, 2015

Pedasnya Ayam Kampung Bakar Bu Panto Kagak Nahan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Meski banyak warung makan yang menyediakan menu masakan ayam bakar kampung  pedas, namun warung kuliner yang satu ini benar-benar memanjakan lidah para pecinta masakan super pedas tersebut.

Campuran bumbu yang diracik dengan cabai rawit pilihan Warung ayam pedas Bu Panto di jalan Garuda, Dusun Karang anyar, Desa Karangrejo, Gumukmas, Jember, ternyata menjadi incaran pelahap kuliner, baik masyarakat biasa hingga pejabat.

Warung yang dirintis sejak tahun 1960 itu memang menyajikan ayam bakar yang super pedas untuk menjadi menu andalannya. Tak hanya itu, daging ayam yang digunakan juga berasal dari ayam kampung, yang teksturnya dinilai lebih kesat dan rasanya lebih gurih.

“Menu ayam bakar pedas ini memang masih menjadi andalan warung kami. Selain warga yang jafi pelanggan yang ke warung kami, bayak para pejabat yang melakukan kunjungan atau turun kedesa, mampir kewarung kami” ujar Purwati, anak dari Bu Panto, sesaat setelah melayani para pelanggannya, Senin (21/9).

Selain rasanya yang terkenal pedas dan gurih, harga perporsinya juga dianggap cukup murah, yaitu antara 15 ribu hingga 20 Ribu. Bu Panto, juga menjual ayam bakar pedas utuh, yang dia bandrol 60 ribu sampai 70 Ribu perekor, tergantung ukuran ayamnya.

Sehingga tak heran jika pelanggannya mulai dari warga biasa, pejabat Jember hingga luar daerah, bahkan mantan Menteri pernah singga di warungnya. “Salah satu Mentri juga pernah menikmati kuliner kami,” kata Purwati, yang menyebut Mendiknas di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni Muhamad Nuh.

Dalam sehari, warung Bu Panto mampu menghabiskan ayam kampung antara 80 - 100 Ekor, dengan konsumsi beras hingga 50 Kg. “Dalam sehari sekitar 80 – 100 ekor ayam kampung, dan jika hari libur bisa lebih dari itu,” sambung Purwati, yang saat ini mengelola warung turun temurun tersebut.

Menurut Sifaul, sajian di warung ini sangat berbeda dengan masakan lainnya. Disamping tekstur daging ayamnya lebih lembut dan rempahnya yang lezat, pedasnya begitu terasa dilidah saat dikunyah di mulut. "Rempah dan pedasnya itu lho yang bikin kagak nahan,” ucapnya, sembari melahap ayam bakar. (ruz)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: