"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, September 30, 2015

Pembantaian Salim Kancil Layaknya G 30 S PKI

Lumajang, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pembantaian sadis kepada aktivis Tolak tambang pasir besi di Desa Selok Awar-awar yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang dalam kondisi kritis layaknya kejadian G 30 S PKI.

Mereka mengutuk dan mengecam keras aksi pembantaian dua orang aktivis Tolak Tambang, yang menyebabkan Salim Kancil meninggal dunia dan Tosan kritis. Insiden ini dinilai sangat biadab karena korban dianiaya beramai-ramai oleh puluhan orang pro tambang pasir besi dengan cara sadis dan tidak berperikemanusiaan.

Seluruh pelaku penganiayaan dan pembunuhan dengan gaya intimidasi dan pembantaian ala komunis ini, harus diusut tuntas, ditangkap dan dihukum seberat-beratnya, sekaligus seluruh penambangan pasir dipesisir pantai Lumajang harus ditutup, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Kami tidak ingin cara-cara kriminalisasi dan intimidasi, apalagi sampai melakukan eksekusi jiwa rakyat, alah G 30 S PKI ini terulang kembali,” Demikian kata Ketua Umum PMII Lumajang Muhamad Hariyadi, dalam pernyataan sikapnya yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa damai di Mapolres dan Pemkab Rabo (30/9)

Aksi puluhan aktivis PMII Lumajang digelar sekitar pukul 10.00 Wib. didepan Mapolres Lumajang. Mereka ditemui Waka Polres Lumajang Kompol Iswahab. Aksi kemudian dilanjutkan didepan Pemkab ditemui langsung Bupati Lumajang Drs. H. As’at MAg.

Dalam orasinya mereka juga meneriakkan bahwa, ada pararelisme yang sama pada dua kejadian tersebut. “Ada pararelisme yang sama pada dua kejadian tersebut, yakni terjadinya pelanggaran HAM pada orang-orang yang berjihad melawan kedzoliman,” teriak salah seorang pengunjuk rasa

Mereka juga berharap agar aparat penegak hukum mengambil langkah tegas dengan mengungkap dalang pelaku pembantaian dan siapa korporasi yang bermain dibalik penambangan pasir besi tersebut. Karena jika tidak ancaman serupa kepa aktivis tolak tambang pasti akan terulang kembali.

Untuk itu aparat dan pemerintah harus memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat, khususnya kepada saksi kunci yang mengetahui kejadian tersebut secara langsung. “Ada sejumlah saksi kunci yang juga sahabat kami yang sampai saat ini selalu kami kawal dan kami lindungi,” ungkap Muhamad Hariyadi. (eko)

Berita Terkait Kriminal ,Lingkungan

No comments: