"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, September 22, 2015

Yonif 509 Raider Akan Amankan Perbatasan RI-PNG

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Usai melakukan latiahan selama 12 hari di Garahan, 500 Raider Pama dan Pamen Yonif 509 akan segera diberangkatkan ke didaerah rawan konfik, Papua dan Papua Barat selama Sembilan Bulan Ke depan.

Ratusan personil dibawah Komando Mayor Inf Benny Setyo, Danyonif Raider 509/Kosrad, yang akan diberangkatkan ke perbatasan Indonesia - Papuanugini (RI–PNG) di Wilayah Sorong Kabiri dan Manukwari Papua Barat bulan Oktober mendatang menggantikan pasukan Bataliyon 303 Raider, Kabupaten Garut Jawa Barat

Para prajurit harus dapat menghadapi perkembangan lingkungan dan ancaman dalam bentuk apapun. Untuk itu prajurit agar siap siaga dalam melaksanakan tugas kapanpun dan dimanapun, serta harus bergerak secara cepat, senyap dan tepat dalam mendekati dan merebut setiap sasaran.

latihan selama 12 hari ini untuk meningkatkan profesionalitas. Demikian kata Komandan Brigade 9 Kostrad  Kolonel Inf Wawan Pujiatmoko dalam Upacara Penutupan Latihan Pra Tugas Oprasi, yang dilaksanakan Kotis Desa Garahan, KecamatanSilo , Kabupaten Jember Jawa Timur, Selasa (22/9)

“Bekal latihan Pratugas selama 12 hari, bisa dijadikan sebagai pengalaman, untuk melaksanakan tugas oprasi, baik yang sifatnya bekal bidang intelijen, bidang teretorial, pertempuran, Patroli Keamanan dan Komunikasi maupun Bidang Hukum, Sehingga diharapkan semua prajurit bisa memahami, tugas sesuai tupoksinya, didaerah oprasi yang akan di tempatkan di Papua dan Papua Barat,

Dengan harapan prajurit bisa berbaur dengan masyarakat setempat dan tidak ada pelanggaran yang di buat,  selain itu bisa mengatasi Konflik antar suku dan agama, mereka faham dengan prosedur  dan tahapan –tahapan sehingga supaya tidak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM)

Untuk itu, lanjut Kolonel Wawan para Raider agar bisa selalu menjaga nama baik kesatuan, selain itu prajurit juga harus siap mental, Fisik, untuk ditempatkan didaerah rawan konflik, dan harus memahami adat maupun budaya masing-masing suku local, untuk dihargai dan dihormati” Paparnya. (Edw)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: