"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, October 4, 2015

Jangan Ada Lagi “Salim Kancil” Di Pesisir Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Sejumlah pemuda di kecamatan Tanggul Jember Jawa Timur Minggu  pagi (4/10) turun jalan. Mereka menggelar aksi solidaritas Tragedi pembunuhan sadis oleh puluhan orang yang menewaskan aktivis lingkungan, Salim Kancil di Selol Awar-awar..

Selain menggelar orasi, mereka juga melakukan penggalangan dana untuk biaya pengobatan Tosan yang masih kritis. Aksi gabungan kelompok pemuda di Tanggul itu, dimulai dengan longmarck jalan mundur ke tugu bambu runcing.

Mereka juga menggalang segenggam pasir untuk menebus nyawa Salim Kancil, yang dibunuh karena menolak tambang Pasir di Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang. "Pasir ini sebagai simbul, bahwa harga pasir tak semahal nyawa," tegas Abrol, salah satu pendemo.

Katanya, tewasnya Salim Kancil, tak boleh terjadi di negeri ini. Dia mengaku was was, kejadian semacam itu juga bakal terjadi di Jember. Apalagi, di Jember banyak peta konflik tambang pasir besi di Pesisir Jember semacam di Lumajang. "Kita jalan kaki sebagai simbol kemunduran negera demokrasi Indonesia," tegasnya.

Gandhi Prasetyo, koordinator aksi dalam orasinya, mengecam aksi pembantaian pelaku pro tambang. Tragedi pembantaian Salim dan Tosan di Lumajang, menunjukkan bahwa negara tak mampu melindungi nyawa aktivis. "Jika terus dibiarkan, negara kembali ke era primitif," sindirnya.

Bagi Gandhi, tudingan lalainya negara menjamin keselamatan nyawa aktivis, terbukti saat Salim dan Tosan dibantai di Kantor Desa Selok Awar Awar. "Tidak salah jika kami menuding negara melakukan pembiaran. Kan, negara memiliki intelejen," tuturnya.

Meski demikian, belum terlambat katanya jika negara melakukan pembenahan. Apalagi, berani menghukum pelaku pembantaian dengan hukuman seberat mungkin. "Negara harus mampu mengungkap aktor intelektual pembantaian Salim dan Tosan," pintanya.

Setelah usai menggelar longmarck, orasi dan teatrikal, para pendemo kemudian menggelar penggalangan dana di simpang empat Tanggul. Kata Gandhi, dana yang terhimpun kemudian akan mereka serahkan kepada keluarga Tosan untuk biaya pengobatan. (eros)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: