"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, October 5, 2015

Kecewa Kinerja Polisi, Keluarga Korban Pembunuhan Nglurug Mapolres Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Keluarga  Sujamin alias Pak Sumarmi  yang tewas sekitar pukul 02.30 pagi Sabtu (22/2) tahun 2014 lalu, akibat dibunuh kawanan perampok yang menyatroni rumahnya, Senin (5/10) datangi Mapolres Jember.

Kedatangan Puluhan keluarga, asal dusun sungai tengah Desa manggisan kecamatan tanggul sekitar pukul 09.30 wib tersebut mempertanyakan kejelasan penanganan kasus terbunuhnya bapaknya pasalnya menurut dia hingga kini tidak ada kejelasan.

"Kami inta kejelasan sejauh mana penanganan kasus terbunuhnya bapak, karena sejak kejadian sampai sekarang ini, kurang lebih sudah 18 bulan belum ada kejelasan ,” ujar anak menantu korban Ali Astamin (50 ) usau menemui Kepala Urusan Pembinaan Operasional (KBO) Reserse dan Kriminal (Reskrim),di Mapolres Jember

Lebih lanjut Astamin mengatakan kecewa dengan penanganan pihak kepolisian, disamping lambannya pengungkapan pelaku, sampai kini keluarga korban tidak pernah menerima penjelasan baik secara surat ataupun lisan terkait hasil penyelidikan (SP2HP) dari pihak kepolisian

"Jujur kami kecewa, sampai sekarang pelakunya belum terungkap, bukan hanya itu, sejak penyelidikan kami tidak pernah mendapat penjelasan, padahal polisi sudah tutun kelokasi dengan menurunkan anjing pelacak, tes darah, sepeda motor milik warga yang knalpotnya ada bercak darah, " ungkapnya.

Jika kasus ini tak segera ditindak lanjuti oleh polisi, sambung Ali, pihak keluarga akan mengadukannya ke Polda Jawa Timur, “Jika tidak ada perkembangan soal kasus ini, maka kami beserta keluarga akan melaporkannya ke Polda Jatim,” ancamnya.

Lamanya penanganan peristiwa pencurian yang menewaskan korban, karena alat bukti yang dikumpulkan polisi belum cukup. Ini hanya soal miss komunikasi saja antara penyidik dengan keluarga korban. Sebab, peristiwa tersebut masih ditangani Polsek Tanggul dan belum dilimpakan ke Polres Jember.

“Saya kira hanya miss komunikasi saja dari rekan-rekan (Polsek) Tanggul, dan masih ditangani oleh Polsek Tanggul. Sampai saat belum dilimpahkan ke Polres Jember,” Kacta KBO Reskrim Polres Jember, Iptu Sujilan kepada beberapa wartawan di Mapolres Jember,

Koordinator Investigasi LSM Gempur, Abdullah Mashud yang mengawal keluarga korban mengatakan, penanganan kasus pembunuhan yang ditangani Polsek Tanggul menimbukan ketidak percayaan masyarakat, terutama keluarga korban. Tidak adanya SP2HP yang merupakan hak bagi pelapor inilah yang menjadi penyebabnya. 

“Sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 12 tahun 2009, dalam hal menjamin akuntabilitas dan transparansi penyelidikan atau penyidikan, penyidik wajib memberikan SP2HP kepada pihak pelapor secara berkala, baik diminta atau tidak diminta. Nah, dalam ini polisi tidak pernah memberikan SP2HP itu,” tegas Mashud,

Untuk itu, Mashud meminta kepada polisi untuk memberitahukan kepada keluarga korban tentang perkembangan penyelidikan peristiwa tersebut melalui SP2HP. “Apabila tidak maka polisi melanggar peraturan yang dibuat pimpinannya sendiri ," Pungkasnya. (yond)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: