"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, October 22, 2015

Pemkab Jember Buat Jalur Khusus Sepeda Ontel

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pengguna sepada ontel kini bisa bernafas legah. Pasalnya Pemkab Jember membangun jalur khusus, tampak disepanjang jalan kota kini dicat warna hijau khusus untuk jalur sepeda.

Pengerjaan marka jalur pesepeda yang awalnya dituding sebagai program asal-asalan, ternyata kini telah dirasakan oleh pengguna sepeda onthel dan becak. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, yang merencanakan program tersebut merampungkan proyek itu sejak bulan April yang lalu.

Pembuatan pembatas jalur khusus sepeda onthel sudah terpasang di sepanjang Jalan Raya PB Sudirman, dan Jl. Trunojoyo. “Tapi kini telah diperpanjang dari jalan Trunojoyo sampai dengan jalan Gajah Mada sebelah utara jalan,” jelas Gatot Triyono, Kabid Lalu Lintas Dishub Jember kepada media, Kamis (22/10).

Dan untuk disebelah selatan pengerjaan akan diprogramkan tahun depan. “Proses pengecatan tak dilakukan keseluruhan, namun hanya diblok warna hijau dengan tulisan khusus lajur sepeda. Harusnya diblok hijau secara keseluruhan tetapi karena anggaran belum cukup jadi dibuat seperti itu,” ungkap Gatot Triyono.

Pantauan media ini tak semua median jalan di lajur sepeda onthel memiliki warna hijau, seperti di Jalan Raya Jompo, pengecetan dilakukan terputus – putus. Kepala Terminal mengatakan jalur khusus harusnya dibuat warna hijau. Di sepanjang jalur itu diberikan warna cerah untuk membedakan dengan kendaraan bermotor.

Jalur khusus dipasang di sebelah kanan bahu jalan Raya PB Sudirman dan jalan Trunojoyo sedangkan di jalan Gajah Mada dipasang disebelah kiri jalan. Pihaknya telah memasang marka pemisah itu dan kedepan dipertebal. “Jumlah petak jalur itu sudah lebih dari 155 yang terletak di segitiga emas danjalan Gajah Mada,” tambahnya.

Pemberian warna lain yang nyorak perlu dilakukan penanda sehingga pengendara sepeda motor dan mobil bisa mengetahuinya untuk menghindari kecelakaan. “Kami berharap pengendara motor berbagi dengan pesepeda dan nanti kita susun kelas jalur di jalan. Ada yang boleh dan tidak dilalui,” imbuhnya.

Diakuinya, populasi sepeda motor, dan sepeda pancal lebih banyak sepeda motor. Sehingga masterplan transportasi ke depan akan jelas. Dengan APBD TA 2015 untuk hal itu disediakan anggaran miliar rupiah.

“Kami sudah anggarkan untuk bidang lalu lintas Dishub tahun 2015 ini untuk marka, rambu, taman lalu lintas, dan monumen lantas, dan tahun anggaran 2016, anggarannya harus dapat dinaikan dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.(midd)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: