"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, October 29, 2015

TNI Dan Polri Jember Ungkap Penimbun Pupuk Subsidi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Aparat gabungan TNI Kodim 0824 dan Polres Jember Kamis (29/10) berhasil mengungkap penimbun pupuk bersubsidi berkedok koperasi perkebunan di Desa Suci dan Pakis Kecamatan Panti.

Namun pelaku yang diketahui bernama H Sutomo mengelak jika dirinya dituduh menimbun pupuk beraubsidi tersebut. Kepada sejumlah wartawan dia mengatakan, pupuk itu adalah stok lama sisa penjualan yang tidak laku selama 4 bulan terakhir. 

"Saya tidak melakukan penimbunan, pupuk ini adalah stok lama yamg belum laku, sebab, petani didaerah sini yang tergabung dalam Gapoktan pindah kios dalam membeli pupuk, sehingga pupuk yang saya jual tidak laku sejak bulan Mei lalu," dalihnya, saat diwawancarai di Mapolres Jember.

H. Sutomo menjelaskan setelah dirinya membeli pupuk bersubsidi kepada distributor, pihak distributor menghentikan pengiriman pupuknya. Dia juga berdalih pupuk itu tidak dijual ke perkebunan, melainkan akan digunakan sendiri.

Untuk tanaman kopinya seluas 10 hektar di area lahan milik Perhutani Jember, di kawasan Gunung Pasang Ketajek. "Pupuk itu akan saya gunakan sendiri untuk tanaman kopi saya, sementara saya simpan dulu sampai tiba musim penghujan," sangkalnya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember Ajun Komisaris Polisi Agus I Supriyatnon mengatakan, pengungkapan penimbun pupuk itu berawal dari penyelidikan anggotanya. Namun untuk membongkar, pihaknya harus menunggu momen yang tepat sehingga pelakunya bisa terungkap.

"Awalnya kami mendapatkan 3 ton pupuk bersubsidi. Setelah dilakukan pengembangan, kami mendapatkan masih ada tiga titik lagi lokasi penyimpanan pupuk, sehingga totalnya menjadi 12 ton," ungkapnya.

Adapun modus yang digunakan pelaku, adalah dengan menjadi distributor pupuk bersubsidi. Namun setelah ijinnya dicabut oleh pihak yang berwenang, pelaku masih saja menjalankan usahanya untuk menimbun pupuk tersebut, kemudian dialihkan ke perkebunan kopi yang memang banyak di daerah Kecamatan Panti.

Sementara Danyunit Itel Kodim 0824, Letu TBA Teguh Sugiarto yang ikut melakukan penggerebekan mengatakan bahwa TNI tidak main-main dalam memerangi mafia pupuk, “TNI dan Polri tidak main - main dalam mengawal program Ketahanan Pangan, yang sudah dicanangkan Presiden.

Babinsa dan Babinkantipmas, saat menerima informasi dari warga segera dikoordinasikan dengan Koramil dan Polsek untuk ditindak lanjuti, sehingga bisa terungkap adanya penimbunan pupuk bersubsidi, yang merugikan masyarakat setelah itu sudah wewenang nya pihak Polri," Tegas Teguh (edw)

Berita Terkait Kriminal

No comments: