"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, October 5, 2015

Tragedi Salim Kancil Menimbulkan Trauma Anak-anak

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sejumlah aktifis Fatayat NU Jember melakukan aksi keprihatinan atas tragedi terbunuhnya aktifis anti tambang, Salim alias Kancil. di seputaran Alun-alun Jember, menimbulkan traumatic bagi anak-anak.

Mereka mengecam pelaku kekerasan terhadap aktifis anti tambang di Kabupaten Lumajang. Mereka juga menuntut para penegak hukum dan pemerintah untuk mengambil langkah cepat dalam mengusut peristiwa yang menewaskan Salim alias Kancil tersebut sampai tuntas.

Apalagi, dalam peristiwa itu, begitu banyak anak-anak yang tengah bersekolah di PAUD yang menyaksikan penyiksaan. "Yang pasti kejadian tersebut menjadi pengalaman traumatik yang buruk bagi anak-anak," tegas Rahmah Saidah, Ketua Fatayat NU Cabang Jember, Senin (5/10).

Atas pembunuhan keji Salim alias Kancil dan penganiayaan terhadap Tosan yang menyebabkan luka berat hingga dirawat intensif di Rumah Sakit di Malang Rahmah, Mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas seluruh pelaku termasuk kemungkinan keterlibatan aparat dan perusahaan serta menghukum seberat-beratnya.

Disamping itu mereka jua menuntut Kepolisian Resort Lumajang dan Pemkab Lumajang bertanggung jawab terhadap pembunuhan dan penganiayaan kedua korban, karena tidak menanggapi laporan yang dilakukan Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang.

Menuntut Pemprov Jawa Timur Mengevaluasi ijin pertambangan, Menutup penambangan pasir di wilayah Pasirian yang berpotensi merusak lingkungan dan memicu konflik serta mendesak kepada KPAI dan Komnas anak untuk penanganan lebih lanjut terhadap trauma anak yang menyaksikan penyiksaan terhadap Salim Kancil. (ruz)

Berita Terkait Lingkungan ,Politik dan Hukum

No comments: