"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, November 7, 2015

Kedua Cabup Jember Berkomitmen Anti Tambang

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dalam penyampaian visi-misinya pada acara debat kandidat Calon kepala daerah Sabtu malam (7/11), Kedua Cabup dan Cawabup berkomitmen anti tambang.

Hal ini terungkap dalam debat Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) ketika menjawab pertanyaan moderator dari Universitas Jember (Unej)
Agung Purwanto tentang Potesi tambang dan Mineral yang berpotensi Merusak lingkunan.

“Membangun jangan sampai merusak, jika sudah rusak sulit untuk memperbaikinya, masih banyak potensi di Jember diluar tambang yang belum digarap, seperti pertanian dan perkebunan. Demikian disampaikan dr Faida pasangan Calon Nomor urut 2, dr Faida – Muqit Arif.

Tambang tidak akan menambah kesejahteraan rakyat, yang ada ekosistem rusak, untuk itu harus dipertimbangkan. “Seperti Freepot, berapa besar pendapatan yang diperoleh pemerintah untuk kesejahteraan rakyat dibandingkan dengan kerusakan alam yang dirasakan”. Jelasnya.

Hal senada juga dikuatkan Muqit Arif. Menurut Muqit keberadaan tambang lebih banyak mudharatnya dibandingkan maslahatnya.”keberadaan tambang lebih banyak mudharatnya dibandingkan dengan maslahatnya”. Jelasnya

Sementara pasangan Cabup nomor urut 1, Sugiarto, SH - dr Dwi Karyanto juga berjanji tidak akan melakukan ekploitasi tambang usaha penambangan dengan maksud untuk menghasilkan bahan galian dan memanfaatkannya’, namun hanya akan mengijinkan ekplorasi ‘penyelidikan lapangan untuk mengumpulkan data dan informasi keberadaan sumber daya alam’ saja.

“Tambang itu cukup di ekplorasi, guna untuk kepentingan pendidikan dan penelitihan, sehingga potensi alam yang ada di Jember dapat kita ketahui, hanya tambang galian C saja yang akan kita lakukan penambangan” Jelas Cabup Sugiarto

Namun kata Pak Gik panggilan akrab Sugiarto tambang bisa dilakukan dengan Syarat, jika mayoritas masyarakat setempat setuju, tidak merusak lingkungan, mengikuti peraturan, dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dapat mensejahterakan rakyat.

Beberapa tema debat di putaran pertama dari 3 tahapan yang diagendakan KPU, ada dua isu sensitif yang dibahas, disamping pro – kontra  tambang juga soal merebaknya toko modern berjaringan yang berdampak matinya toko kelontong dan pasar tradisional. Disamping itu juga dibahas soal pendidikan, kesehatan, pertanian dan perkebunan, infrastruktur jalan, komitmen anti korupsi dan lain-lain.

Pamtauan media ini, suasana debat berlangsung hidup dan meriah, kedua pendukung tampak semangat, meski beberapa kali mendapat teguran moderator, tetap tidak bergeming. Mereka terus menyampaikan yel-yel guna memberi semangat kepada calon yang diusungnya. (eros/midd)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: