"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, November 12, 2015

Pelajar Minta Pemimpin Jember Kedepan Peduli Warga Miskin, Petani Tembakau Dan Anti Tambang

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 9 Desember2015 mendatang merupakan momentum pertama bagi pelajar untuk menggunakan hak pilihnya guna menentukan pemimpin 5 tahun kedepan.

Selama ini, mereka hanya bisa menjadi penonton ketika pilkada berlangsung, sebab memang aturan membatasi hanya penduduk usia 17 tahun lebih atau yang telah menikah saja yang boleh memilih. Ketika bisa memilih, beragam harapan mereka lontarkan untuk mengubah nasib dan masa depan Jember.

Karenanya, sejumlah  pelajar sekolah menengah tingkat atas (SMA) Maupu madrastah Aliayah (MA) di Wuluhan, menaruh harapan besar dari pemimpin baru yang akan terpilih. Untuk itu mereka sepakat untuk menggunakan hak pilihnya dan menolak golongan putih (Golput) dalam Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Jember

Pasalnya 1 suara sangat penting untuk menentukan masa depan Jember lima tahun kedepan. “Pasti nyoblos! Dan kami sepakat untuk menolak golput, ” kata Miftahul Jannah, siswi kelas 12 IPA Madrasah Aliyah (MA) Diponegoro Wuluhan, saat ditemui di sekolahnya, Kamis (12/11).

Meski demikian, kata Mifta, sosialisasi terhadap pelajar harus digencarkan. Mengingat keterbatasan wawasan yang dimiliki “Saya rasa, sosialisasi akan membuka wawasan tentang pemilu dan pentingnya suara mereka dalam menentukan nasib Jember,” ujarya.

Hal senada disampaikan, M Lutfi Sulistyo Hadi, Pelajar kelas 12 C Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Diponegoro, memastikan akan menggunakan hak pilihnya seraya berharap agar pemimpin terpilih nanti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya para petani yang menjadi mayoritas penduduk di Jember.

“Saya ingin pembangunan infrastruktur jalan di Aspal hingga ke pelosok desa. Subsidi raskin (beras miskin) lebih (diterima) merata. Selain juga, meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dan pembangunan Jember supaya lebih baik lagi,” ungkap Miftahul Jannah, pelajar kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) Diponegoro Kecamatan Wuluhan

Mifta, demikian ia disapa, juga meminta agar bupati yang terpilih nantinya berani menutup aktifitas tambang emas liar di kawasan Gunung Manggar Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan, yang dinilai berdampak bahaya terhadap masyarakat sekitar. “Saya juga berharap Bupati Jember (berani) menutup tambang emas di Gunung Manggar. Karena dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” pintanya.

Harapan berbeda disampaikan oleh M Lutfi Sulistyo Hadi. Pelajar kelas 12 C Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Diponegoro Kecamatan Wuluhan ini meminta, bupati yang terpilih nantinya lebih peduli akan nasib petani di Wuluhan yang mayoritas adalah petani tembakau jenis Naa Oogst.

Dia berharap, pemimpin yang terpilih dapat menstabilkan harga jual tembakau yang ditaman oleh petani. “Harapannya, mudah-mudahan pemimpin yang terpilih nanti bisa bermanfaat terhadap petani dan mampu membuat harga tembakau tinggi dan dapat menunjang perekonomian Jember. Tidak seperti kemarin yang harganya anjlok hingga membuat petani rugi,” ujarnya.

Lutfi menyebut, harapan itu tidaklah muluk-muluk, mengingat daun tembakau menjadi ciri khas Kabupaten Jember dengan menjadi ikon daerah. “Ciri khas Jember kan daun tembakau, masak petaninya tidak dipedulikan?” ucapnya, seraya mengaku jika orang tuanya berprofesi sebagai petani tembakau di Kecamatan Wuluhan.

Sebelumnya, Divisi Sosialisasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wuluhan, Dwi Widianto mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi Pilkada Jember, yang menghadirkan perwakilan Gus dan Ning Jember sebagai duta pilkada di pendopo Kecamatan Wuluhan, Senin kemarin.

Dijelaskannya, sosialisasi itu untuk mengurangi angka golput dengan target pemilih pemula yang telah berusia 17 tahun. Dia juga menyebut ada alasan khusus kenapa pemilih pemula yang dijadikan sebagai sasaran sosialisasi. Karena menurutnya, sosialisasi ini sebagai pembelajaran awal kepada pelajar dalam mengikuti pesta demokrasi.

Seusai sosialisasi, Sambung Dwi Widianto, perwakilan pelajar dari tiap-tiap sekolah yang hadir diminta bersama-sama mendeklarasikan gerakan pelajar anti golput. Selanjutnya, para pelajar diminta untuk meneruskan informasi yang mereka terima kepada teman-temannya di sekolah. 

Sebagai informasi, Pilkada Jember diikuti oleh dua pasangan calon kepala daerah yakni Sugiarto-Dwi Koryanto (nomor urut 1) yang didukung Partai Gerindra, Golkar, PKS, PKB, Demokrat, dan PPP, sedangkan pasangan Faida-A. Muqit Arief (nomor urut 2) didukung Partai Nasdem, PDIP, Hanura, dan PAN.  (ruz)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: