"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, November 12, 2015

Proyeksi APBD Jember 2016 Mencapai 3,443 triliun

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dibandingkan 2015, APBD tahun 2016 diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 236,13 milyar rupiah atau 7,36 persen, yaitu dari 3,207 triliun rupiah menjadi 3,443 triliun rupiah.

Besaran RAPBD tersebut dirinci dari sumber pendapatannya, Unruk pendapatan Asli Daerah )PAD) mengalami penurunan sebesar 23,857 milyar rupiah atau 4,69 persen, yaitu dari 508,45 milyar rupiah menjadi 484,59 milyar rupiah”. Lanjutnya

Sementara dana perimbangan mengalami kenaikan sebesar 159,42 milyar rupiah atau 8,17 persen, yaitu dari 1,951 triliun rupiah menjadi sebesar 2,111 dan Lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami kenaikan sebesar 100,56 milyar rupiah atau 13,46 persen yaitu dari 747,37 milyar rupiah menjadi sebesar 847,93 milyar rupiah.

Demikian disampaikan Pejabat Bupati (Pj) Jember dalam rapat paripurna nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 di gedung Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) kabupaten Jember, Supaat Kamis, (12/11)

Sementara pada sisi belanja mengalami penurunan “Pada sisi belanja, dibandingkan tahun anggaran 2015 belanja daerah pada APBD tahun 2015 direncanakan mengalami penurunan sebesar 68,97 milyar rupiah atau 1,91 persen yaitu dari 3,612 triliun rupiah menjadi 3,543 triliun rupiah”. Tambahnya.

Lebih lanjut Supaat menjelaskan bahwa belanja tidak langsung direncanakan mengalami kenaikan sebesar 131,73 milyar rupiah atau 6,3 persen yaitu dari 2,092 triliun rupiah menjadi2,224 triliun rupiah. Anggaran belanja tidak langsung tersebut diantaranya untuk belanja pegawai yang mengalami kenaikan sebesar 171,6 milyar rupiah atau 11,09 persen dari 1,547 triliun rupiah menjadi 1,719 triliun rupian.

Untuk belanja hibah mengalami penurunan sebesar 134,93 milyar rupiah atau 59,46 persen yaitu dari 226,93 milyar rupiah menjadi 92 milyar rupiah. Belanja bantuan social mengalami penurunan sebesar 6,19 milyar rupiah atau 11,87 persen yaitu dari 52,14 milyar rupiah menjad- 45,95 milyar rupiah.

Sedangkan belanja bagi hasil kepada pemerintahan desa tidak mengalami perubahan yaitu tetap sebesar 13,94 milyar rupiah. Untuk belanja bantuan keuangan kepada pemerintahan desa mengalami kenaikan sebesar 101,25 milyar rupiah atau 41,04 persen. Yaitu dari 246,73 milyar rupiah menjadi 347,99 milyar rupiah. Belanja tidak terduga tidak mengalami perubahan yaitu tetap sebesar 5 milyar rupiah.

Untuk rencana alokasi belanja langsung menurutnya mengalami penurunan sebesar 200,69 milyar rupiah atau 13,21 persen yaitu dari 1,519 triliun rupiah menjadi 1,319 triliun rupiah. Anggaran belanja langsung tersebut terdiri dari belanja pegawai yang mengalami kenaikan sebesar 3,52 milyr rupiah atau 3,02 persen, yaitu dari 116,75 milyar rupiah menjadi 120,27 milyar rupiah

Belanja barang dan jasa turun sebesar 55,01 milyar rupiah atau 8,04 persen yaitu dari 684,61 milyar rupiah menjadi 629,59 milyar rupiah. Belanja modal mengalami penurunan sebesar 149,2 milyar rupiah atau 20,77 persen yaitu dari 718,18 milyar rupiah menjadadi 568,98 milyar rupiah. Pungkasnya (eros/midd)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: