"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, November 23, 2015

Selamatkan Kongres HMI Ke 29 Pekanbaru

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kongres HMI yang dibuka Minggu, pagi (22/11) sekitar jam 10/00 wib di Hotel Grand Ballroom Laberza Pekanbaru diwarnai Kericuhan. Akibatnya delegasi dari sejumlah cabang tidak bisa masuk.

Ketidakberesan administrasi, itulah yang diduga penyebab carut-marutnya konggres ini. Ketidaksiapan Panitia Nasional dan Panitia Lokal, inilah yang mengakibatnya para ketua umum dan jajaran fungsionaris cabang yang secara administratif sudah terpenuhi, juga tidak dapat mengikuti kongges.

Tidak adanya antisipasi rombongan yang tidak teregistrasi, Rombongan Liar (Romli; red), utusan cabang dan peninjau menjadikan melubernya masa yang berakibat semakin tidak terkontrolnya delegasi. “Demikian disampaikan ketua HMI Cabang Jember Ilham Wardana  Senin (23/11)

Sikap yang sangat birokratis di tubuh Pengurus Besar HMI mengakibatkan semakin tidak terkontrolnya situasi dan berdampak pada tidak optimalnya proses penyelenggaraan konggres. Kami menyayangkan sikap Pengurus Besar karena ketiadaan kebijakan diskresi dari Pengurus Besar dalam situasi dan kondisi yang luar biasa (exstraordinary).

“Kurangnya sinergis antara Panitia Nasional, Panitia Lokal dan Steering Commite berakibat pada ketiadaan informasi resmi yang keluar dari pihak panitia karena semua serba tumpang tindih tugas, pokok dan fungsi satu sama lain”.  Tambahnya

Pembiaran terhadap situasi dan kondisi yang carut marut dalam konggres HMI ke 29 menjadikan adanya indikasi kepentingan politik kelompok tertentu, semacam ingin memperlambat konggres oleh karena itu kami mengecam panitia harus netral.

Jika dibiarkan, kami memandang bahwa konggres ini akan berakibat pada terganggunya perkaderan yang menjadi ujung tombak dari organisasi serta dapat menguntungkan pihak yang memang secara sengaja memperlambat konggres HMI. 

Kondisi ini, selain jauh dari nilai-nilai dasar HMI, juga mengakibatkan jalannya konggres 29 molor. “Untuk meminimalisir kejadian yang mempunyai kecenderungan anarki serta deadlock, “kami meminta panitia harus all out dalam menyelesaikan proses dan registrasi” Harapnya

Pasalnya, situasi yang demikian menjadi kontraproduktif, tidak hanya bagi HMI, secara institusi dapat berakibat pada terinstitusionalisasikan budaya anarki dalam tubuh HMI juga menjauhkan esensi konggres yang termaktub dalam Pasal 12 Anggaran Dasar dan Pasal 11 Anggaran Rumah tangga sebagai rapat tertinggi dalam memutuskan kebijakan strategis. Jelasnya

“Untuk itu kami menghimbau seluruh cabang se-Indonesia untuk bersatu agar tidak memperlambat konggres tanpa mengurangi substansi dan mendorong panitia nasional dan lokal agar kembali pada tugas, pokok dan fungsinya, ”. Harapnya

Dengan memperbaiki komunikasi dengan cabang-cabang,  agar penyelenggaraan konggres ini dapat berjalan sebagai mestinya “Sehingga persoalan rakyat dan kebangsaan dapat dibahas termasuk dapat memutuskan keputusan strategis bagi keberlanjutan HMI hari ini dan masa depan”. Pungkasnya

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: