"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, December 16, 2015

Dua Tahun Rusak Tak Dapat Bantuan, Dua Atap Ruang Kelas SDN Di Jember Ambruk

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Akibat minimnya anggaran dan perawatan, atap dua ruang kelas gedung SDN 01 Kemiri di Jalan Teropong Bintang no 38 Kemiri Desa Kemiri Kecamatan Panti Rabu (16/12) ambruk.

Beruntung kejadian ini tidak sampai menimbulkan luka atau korban jiwa. Ambruknya atap tersebut diduga akibat kurangnya perawatan. Dalam hal ini di duga pihak Dinas Pendidikan (Diknas) Jember tidak jeli dan terkesan membiarkan atas banyaknya lembaga pendidikan yang rusak atau roboh.

Ambruknya atap ruang kelas ini diketahui anak didik beserta guru sekitar setengah tujuh pagi. Hal ini dibenarkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Panti E.C.W Ganefiana saat di temui wartawan membenarkan robohnya atap gedung SDN Kemiri 01 dan sudah dilaporkan ke pihak Diknas Kabupaten.

“Dua ruang kelas sekolah ini memang sudah lama tidak dipakai karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Makanya kami dari pihak UPTD juga dewan guru memberikan warning kepada semua siswa agar jangan bermain di sekitar area gedung yang atapnya hampir roboh, “ katanya. Rabo (16/12)

Lebih jauh Ganefiana menerangkan, ruang kelas yang rusak tersebut sudah satu tahun tidak terpakai dan sudah diusulkan kepada pemerintah melalui Diknas satu tahun lalu dan belum ada tanggapan. Kemungkinan bantuan pembangunan atau renovasi gedung sekolah dialihkan kepada lembaga lain yang lebih membutuhkan.

“Kami sudah menyampaikan kepada para dewan guru agar selalu mengontrol semua bangunan, agar mudah dalam perawatannya. Bila ditemukan ada gedung yang keropos atau kayu yang lapuk, kami dari pihak UPTD Panti berharap Diknas agar memprioritaskan pembangunan gedung sekolah SDN 01 Kemiri, “ imbuhnya.

Hal senada disampaikan Kepala Sekolah SDN Kemiri 01 Umi Hasanah, SPd. Dirinya mengaku mengajar di lembaga ini sejak tahun dua ribu sepuluh, mengetahui dua ruang kelas yang hampir roboh sejak setahun  lalu dan sudah disampaikan kepada pihak terkait. Termasuk memindahkan anak didiknya keruang lain.

Selama ini pihaknya hanya bisa melakukan perbaikan untuk kerusakan yang ringan saja. Untuk kerusakan yang berat pihak sekolah tidak sanggup karena membutuhkan anggaran biaya yang besar. Penggunaan dana BOS jelas tidak boleh digunakan untuk rehab fidik.

Demi keberlangsungan belajar mengajar anak didik,  Harapan saya agar ruang kelas yang atapnya roboh ini segera mendapat bantuan pembangunan atau renovasi dari pemerintah kabupaten (Pemkab) atau Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten  Jember, “ pungkasnya. (midd/jok)

Berita Terkait Pendidikan

No comments: