"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, December 18, 2015

Kembangkan Potensi Anak, Sekolah Ini Terapkan Multiple Intelegensi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Nilai kecerdasan, etika dan moral menjelma dalam angka-angka. baik di rapor, maupun ulangan harian. Angka, seolah jadi tolok ukur satu-satunya keberhasilan pendidikan.

Sementara potensi dasar anak dinafikan, maka munculah label pandai dan bodoh.Keresahan itulah yang selama ini dirasakan Tohari, Kepala Sekolah Dasar (SD) di sebuah pedesaan, sekitar 40 Kilometer sebelah selatan dari pusat kota Kabupaten Jember.

“Dalam ajaran islam, setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitroh (suci). Nilai fitroh inilah yang  diciptakan oleh Tuhan sebagai potensi dasar bagi anak,” ujar Tohari, Kepala SD Fullday Hidayatul Murid, yang berada di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Jum’at pagi (18/12).

Dalam praktek pendidikan, Tohari kemudian merujuk teori konvergensi, yakni potensi dasar anak dikembangkan dengan pola pendidikan yang baik, serta didukung pola asuh orang tua yang baik pula. “Intinya, pendidikan yang baik adalah kasih sayang. Jadi guru maupun orang tua dilarang marah, jika anaknya itu melakukan kesalahan. Apalagi menghakiminya,” katanya.

Dia menyebut, pola pendidikan yang ia terapkan adalah sistem pendidikan multiple intelegensi atau pendidikan yang berbasis keterbakatan anak. Sistem pendidikan ini dibuat, untuk memadukan antara pendidikan di sekolah dengan asuhan orang tua di rumah.

“Karena zaman sekarang ini, masih banyak orangtua siswa yang belum paham prestasi itu bukan hanya di bidang keilmuan saja. Banyak potensi anak yang bisa dikembangkan, baik itu di bidang seni, olahraga maupun di bidang lainnya,” papar Tohari.

Tohari mencontohkan, betapa bakat itu penting. Misalnya, seorang berpendidikan hukum, tetapi tak berprofesi sebagai pengacara, melainkan motivator maupun jurnalis. Karena, pendidikan seseorang belum tentu linier dengan profesi yang dipilih, “Kecerdasan itu tidak sama dengan logika matematika. Sehingga, passion atau kesenangan anak menjadi penting dalam setiap proses pendidikan,” terangnya.

Namun, sekolah yang berbasis keagamaan dan pendidikan umum, yang dirintisnya sejak 11 tahun lalu ini, bukan berarti mengabaikan prestasi akademik. Melainkan, membubuhkan nilai tambah untuk prestasi anak. “Karena yang lebih penting, prestasi tidak hanya dimaknai sebatas menang di ajang olimpiade semata. Tapi setelah itu, tidak menghasilkan apa-apa,” tandasnya.

Oleh karenanya, selain menumbuhkan prestasi dan menanamkan nilai-nilai moral terhadap anak. Lembaganya, juga melibatkan orang tua siswa mengembangkan potensi anak, agar kecerdasannya bisa bertumbuh bersama lingkungan. “Salah satunya, dengan membuat kelas quantum parenting. Tujuannya, agar orang tua mengetahui potensi dasar anak-anaknya tersebut,” pungkas Tohari. (ruz)

Berita Terkait Pendidikan

No comments: