"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, December 22, 2015

Libur Sekolah, Ratusan Siswa TK Dan SD Ikuti Sunatan Masal

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. liburan sekolah disambut gembira, ada yang bepergian ke luar kota, ke tempat wisata. Namun kesempatan itu juga dimanfaatkan ratusan siswa TK dan SD di Jember ikut  Sunatan masal.

Sunatan masal yang digelar Selasa (22/12) ini difasilitasi  Kantor Kementrian  Departemen Agama (Kemendepag) Jember dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti ke 70 dengan peserta 308 anak. Tampak ekspresi peserta khitan, takut, sedih hingga senang.

Sunat atau khitan atau sirkumsisi (dalam bahasa Inggris: circumcision) merupakan tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Tujuan utama syariah khitan untuk menghindari adanya najis pada anggota badan saat shalat.

Menurut beberapa  ulama, tidak sah shalat seseorang apabila ada najis yang melekat pada badannya. Dengan khitan, maka najis kencing yang melihat disekitar kulfa (kulub) akan jauh lebih mudah dihilangkan bersamaan dengan saat seseorang membasuh kemaluannya setelah buang air kecil.

Kepala Kemendepag Jember Drs. H. Rosyadi BR, M.Pd I mohon restu agar acara ini tahun depan bisa terselenggara lagi. ”Alhamdulillah acara khitanan kali ini pesertanya cukup spektakuler yaitu sekitar 308 peserta , ini jauh lebih banyak dari kegiatan awal yang hanya 50 anak saja”. Katanya saat memberikan sambutan

Menurut Rosyadi sebenarnya pada tahun ini ia menargetkan 200 peserta “diluar dugaan ternyata jumlah peserta khitan kali ini lebih dari tigaratusan dan mudah-mudahan tahun depan pesertanya bisa lebih banyak lagi dan usianya dibawah 5 tahun kebawah,” katanya.

Kegiatan khitan massal ini rutin terselenggarakan 1 tahun sekali, dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti Kementrian Agama yang ke 70. Rosadi berjanji Jika tahun depan pesertanya bertambah, akan dilaksanakan ditempat lain yang lebih luas dan nyaman.

Erwin Sulthoni selaku Ketua Panitia penyelenggara menyampaikan, Kementrian  Agama mempunyai Hari Amal Bhakti dan melalui acara khitan massal ini pihaknya berharap agar kegiatan Amal Bhakti atau Bakti Sosial bisa bermanfaat bagi masyarakat dengan lingkup yang lebih luas.

Jika tahun kemarin pihaknya hanya mengadakan bakti sosial dengan menyantuni  anak yatim, dan membagikan sembako ke masyarakat sekitar Kantor Kemendepag Jember serta acara khitanan yang lingkupnya sempit. Khitanan massal tahun ini adalah yang ke lima kalinya di selenggarakan Kemenag Jember, “ ucapnya.

Menurut Erwin, biaya kegiatan ini murni infak shodaqoh dari karyawan. Ia bersyukur akhirnya acara khitanan massal yang menurunkan kurang lebih 32 tenaga medis dari RS DKT, Yonif 515, dan Yonif 509 yang dipimpin KH Abdul Yusuf Abdurrahman, tim dari RS Rampal Malang bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Peserta khitanan ini diikuti mulai dari anak TK hingga SD, yang berumur 1 - 14 tahun. Baksos ini bisa bermanfaat, terutama bagi keluarga miskin. “Alhamdulillah, animo karyawan Kemendepag Jember mendukung sehingga acara khitanan massal tahunan ini bisa terlaksana dan jumlahnyapun terus bertambah,” imbuhnya.

Sementara itu orang tua peserta khitan Farida (45 tahun) warga Desa Wuluhan Kecamatan Wuluhan merasa senang dengan adanya khitanan massal yang diselenggarakan Kemendepag Jember, sebab selain biayanya gratis, para peserta disuguhi hiburan dan uang transport.

Ia juga berharap agar acara khitan massal ini bisa terselenggara lagi tahun depan dengan tempat yang lebih luas, lebih nyaman, ujar perempuan yang mengkhitankan putranya berkat informasi dari KH Abdul Yusuf yang tak lain kenalannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Makruf (35 tahun) warga Dusun Lengkong Barat Desa Mrawan Kecamatan Mayang dan Kamil (42) warga Desa jenggawah Kecamatan Jenggawah yang mengkhitankan putranya, mereka merasa puas dan senang dengan adanya khitanan massal ini. (midd)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: