"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Rabu, 09 Desember 2015

Penyandang Tuna Netra Keluhkan Minimnya Template Surat Suara

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kaum tuna netra tidak bisa menggunakan hak suaranya sendiri, lantaran tamplate yang disiapkan tidak bisa difungsikan. Diduga karena petugas KPPS belum paham cara menggunakannya.

Padahal sebelumnya KPUD Jember telah menyatakan bahwa Tamplate telah ada pada setiap TPS, sehingga para disabilitas netra dapat melaksanakan hak dan kewajibannya untuk  menyalurkan aspirasi dan suaranya dalam pilkada Jember 2015.

Keluhan ini disampaikan Rahman Hadi, menurut difabel tuna netra ini, dirinya tidak bisa menggunakan hak suaranya sendiri, "entah karena petugas yang kurang paham atau memang tamplate untuk difabel tidak ada."kata warga yang terdaftar di TPS 10 lingkungan Sumberlangon Kelurahan Slawu Patrang Rabo (9/12)

Namun di lapangan lain. Pada TPS 10 Sumber Langon, Kelurahan Slawu, Patrang, seorang disabilitas netra tidak dapat menjalankan haknya dalam pilkada secara Luber dan Jurdil, karena petugas TPS setempat tidak memberikan tamplate dengan alasan ruet. Akhirnya sahabat disabilitas tuna netra didampingi keluarganya.

“Terus terang kami kecewa dengan panitia PPS sehingga kami tidak bisa menggunakan hak pilih kami, harapannya kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Karena kami juga warga Jember punya hak yang sama, khusus bagi TPS yang mempunyai hak pilih tuna netra.” Ungkap Ketua Disabilitas Jember.

Zainuri juga menambahkan agar KPUD Jember kedepannya menyiapkan dengan lebih matang, serta menyiapkan pelatihan khusus para petugas PPS untuk bisa melayani para tuna netra sehingga mereka bisa menyalurkan hak suaranya.

Hal senada juga disampaikan Antol Eko Purwanto. Menurut Antok  di  TPS 10, Dusun Karanganom RW 10, Serut, kecamatan Panti, juga tidak diberi template dari Balai Desa, katanya. Di dusun ini ada difabel netra.  Bukan hanya itu  akses untuk difabel daksa juga sulit. katanya

Bahkan TPS 28 jalan Pajajaran, petugas tidak tahu apa itu tamplate. kemungkinan hal serupa juga dialami di beberapa TPS lain, di mana saat mereka datang petugas tidak memberikan tamplate, dan akhirnya diasbilitas netra terpaksa harus didampingi keluarganya. “Ini menunjukkan perjuangan kita harus lanjut” tegasnya

Pantauan media ini bahwa ada juga di beberapa TPS yang sudah mengetahui cara penggunaan dan pentingnya tamplate. Di antaranya pada TPS 03 lingkungan Kreongan atas, dan pada lingkungan tembaan. Menurut Rachman hadi, relasi sekmen difable. (mam/eros)

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: