"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, January 12, 2016

Bangunan Diatas Drainase dan Lahan Sawah Ancam Petani Perkotaan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Petani perkotaan di wilayah Kelurahan Kebonsari Sumbersari, kecewa dengan Dinas Pengairan yang dianggap tidak tegas terhadap maraknya bangunan yang diatas saluran drainase.

salah seorang petani Ribut (45) mengatakan selama ini sawah miliknya jarang mendapat pasokan air, kalaupun ada, air yang mengalir ke area sawahnya selalu kecil karena terhalang sampah yang nyangkut di rumah warga yang berada di atas saluran drainase.

Ribut menyayangkan pihak terkait tidak peduli akan nasib petani, " Kapan pertanian mau sejahtera mas kalau dinas pengairan tidak mendukung petani, Sawah saya sering tidak dapat kebagian air mas karena sampah-sampah selalu mandek di bangunan yang di utaranya Hotel Widodo," ujarnya, Selasa (12/1).

Hal sama juga dirasakan petani yang tinggal di perkotaan lain, bahkan bukan hanya kekurangan air tapi lahan sawah produktif di perkotaan saat ini sudah banyak yang beralih fungksi menjadi perumahan, jika pemkab tidak tegas, dikhawatirkan lahan sawah di kota semakin habis.

Kita masih berusaha tetap menjadikan lahan ini sebagai daerah persawahan, kami tidak tergiur dengan para tengkulak dan makelar tanah yang menjanjikan akan membeli dengan harga mahal. karena kami masih ingin lahan ini menjadi lahan produktif, Untuk itu Pemerintah harus peduli kepada petanikata Ribut.

Sementara kepala Dinas Pengairan Jember, Ir. Djoko Santoso saat dikonfirmasi mengatakan bahwa area persawahan yang ada di wilayah tersebut memang kurang mendapat pasokan air, hal ini dikarenakan di daerah tersebut tidak ada Dam, selama ini para petani mendapat pasokan air dari kelompok Hippa.

“Kalau di daerah Kebonsari memang tidak ada Dam atau bendungan mas, selama ini mereka mengandalkan saluran irigasi Kwarter yang dikelola oleh Hippa, sedangkan Dinas Pengairan hanya sebatas membantu pada saluran Skundernya,” tambah Djoko.

Djoko juga menambahkan jika selama ini, saluran Kwarter yang dikelola oleh Hippa tersumbat, biasanya, dilakukan kerja bakti untuk membersihkan saluran tersebut. “Apalagi di perkotaan mas, kesadaran masyarakat sudah terkikis, kebanyakan masyarakat cenderung cuek,” tambahnya.

Pantauan media ini, usai klarifikasi, pihak UPT Pengairan Sumbersari langsung sidak di saluran drainase yang ada bangunan rumah, “Iya mas, kami tadi mendapat telepon dari bapak, untuk mengecek lokasi ini,” ujar salah satu petugas yang selasa sore melakukan pengambilan gambar rumah warga. (ali/eros

Berita Terkait Pertanian

No comments: