"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, January 6, 2016

Karyawan Toko Nico Busana Jember Ancam Mogok Kerja

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Mutasi yang dilakukan salah-satu toko busana terbesar di Jember kepada 15 karyawannya berbuntut panjang. Langkah tersebut dinilai upaya mengkebiri pekerja berserikat.

Pasalnya sejumlah pekerja yang dimutasi tersebut merupakan anggota serta pengurus basis SP Produktifa, bahkan ada sebagian pekerja yang diturunkan jabatannya karena ikut berserikat. Untuk itu mereka mengancam melakukan mogok kerja untuk dua minggu kedepan

“Kami telah mengirim tiga kali surat permohonan bipartit, namun gagal karena pihak Nico Busana, tidak menanggapi, untuk itu mulai besok hingga 14 hari kedepan, kami mogok kerja,” Demikian kata Ketua Bidang Advokasi Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Pekerja (SP) Produktiva, Anang Komari, Rabu (6/1).

Ada tiga masalah pokok lainnya yang dituntut pekerja. Penyusunan struktur skala upah sesuai dengan ketentuan pasal 14 ayat 2, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015. Memberikan slip gaji, serta menuntaskan penanganan pemotongan upah pada pekerja dengan modus TDR, yakni selisih antara jumlah barang keluar dengan nota yang diterima kasir saat penghitungan ahir. “Jika keempat tuntutan kami dipenuhi oleh perusahaan, maka kami akan menghentikan mogok kerja tersebut,” jelas Anang.

Manajemen toko Nico Busana Jember, menanggapi dingin rencana mogok kerja yang dilakukan karyawannya. Sejauh ini, pihak manajemen merasa tak ada persoalan yang perlu ditanggapi serius mengenai perselisihan dengan para pekerjanya.

“Disini kami hanya mendampingi pihak Disnaker, kami tidak mendengar apa-apa, tidak mengetahui apa-apa dan tidak terjadi apa-apa,” ujar Roy Siga, Manajer CV Nico Busana, saat dikonfirmasi mengenai rencana aksi mogok para pekerja, Rabu (6/1), di lokasi toko setempat.

Saat itu, Roy tengah menemani Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jember, Ahmad Hariyadi, bersama rombongan, yang datang ke toko. Roy terkesan mengelak saat diburu sejumlah wartawan untuk memperjelas kedatangan. “Sudah ya,” ucapnya, sembari berlalu.

Informasinya, sekira jam 10.00 Wib pihak Disnaker datang ke toko tersebut dengan mengendarai Toyota Innova ber plat merah. Selanjutnya, sekira pukul 13.00 Wib, rombongan keluar dari dalam toko bersama manajer dan empat orang staff Disnakertrans Jember.

Kehadirannya ke Nico merupakan langkah pembinaan pemerintah terhadap perusahaan di Jember. Hariyadi mengelak saat ditanya rencana aksi, dia mengaku tidak tahu menahu. “Saya tidak tahu, yang penting saya melakukan pembinaan terhadap perusahaan agar berjalan kondusif. Karena itu tugas saya,” tuturnya.

Hariyadi juga menampik mengenai adanya tuntutan dari sejumlah pekerja terhadap perusahaan. “Ndak ada, ndak ada tuntutan. Ini kan hanya pembinaan biasa, agar ada hubungan yang baik (antara pekerja dan pengusaha),” paparnya.

Anehnya, belakangan Hariyadi mengakui, bahwa ada surat pemberitahuan yang dilayangkan oleh serikat pekerja mengenai rencana aksi mogok yang dimulai Kamis, hingga Jum’at (7-22/1). Meskipun menurutnya, surat yang dilayangkan ke Disnakertrans bukan berasal dari para pekerja Nico Busana, melainkan dari Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Pekerja (SP) Produktiva di Jember.

“O, dari anu! Dari DPC nya yang bikin pemberitahuan itu,” jawabnya, singkat. Saat ditanya apakah ada surat pemberitahuan dari serikat pekerja Nico. Hariyadi kembali mengatakan tidak tahu mengenai legalitas rencana aksi mogok tersebut, karena menurutnya perizinan itu mejadi kewenangan polisi bukan Disnakertrans. (ruz)

Berita Terkait Perburuhan

No comments: